Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Umar Patek Memilih Jadi Buronan

Bertahun-tahun Umar Patek menjadi buruan kepolisian seluruh dunia karena kasus terorisme.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bertahun-tahun Umar Patek menjadi buruan kepolisian seluruh dunia karena kasus terorisme.

Namun pria ini memiliki alasan tersendiri kenapa tidak melapor saat tahu akan ada aksi pengeboman di Bali dan Jakarta.

"Kalau saya lapor polisi, takut akan menjadi fitnah yang besar terhadap diri saya dari aktivis muslim," ucap Patek dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat kemarin, Senin (7/5/2012).

Ia pun sangat menghormati Dulmatin meskipun usia Dulmatin lebih muda dari pada dirinya. Menurutnya, Dulmatin merupakan senior dirinya, dan memiliki ilmu serta leadership lebih tinggi.

"Saya tahu Dulmatin sudah tewas di Pamulang pada tahun 2010, saat itu saya berada di kos di Kampung Melayu. Saya tidak datang ke pemakamannya karena tahu diri saya DPO," jelasnya.

Akhirnya pelariannya pun usai, Pada 25 Januari 2011 dirinya ditangkap oleh kepolisian Pakistan dan kemudian dideportasi ke Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam persidangan tersebut, Patek mengaku bahwa tidak ada penyiksaan dan penekanan terhadap dirinya selama di tangani Densus 88 Anti Teror Polri.

"Saya bersyukur bisa kembali ke Indonesia bersama istri saya," ungkapnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas