Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jangan Paksa KNKT Buat Kesimpulan Jatuhnya Sukhoi

Tatang Kurniadi mengingatkan agar wartawan tidak mendesak-desak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) terkait kesimpulan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tatang Kurniadi mengingatkan agar wartawan tidak mendesak-desak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) terkait kesimpulan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, pekan lalu.

KNKT, lanjut Tatang, tidak boleh terburu-buru dalam memberikan jawaban. "Pertama No Blame. Kedua No Jump to Conclusion," ujar Tatang saat memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (15/5/2012).

"Sekali kita 'jump to conclusion' reputasi kita jatuh di mata dunia. Kalian rugi sebagai bangsa Indonesia," ujar Tatang.

Menurut Tatang, KNKT memiliki waktu 12 bulan untuk memberikan jawaban dan menganalisis percakapan yang direkam di black box.

Menurut Tatang KNKT harus menjalankan prosedur internasional. Prosesnya antara lain , lima hari pertama adalah notifikasi, satu bulan 'factual report'.

"Dua bulan untuk komentar mereka," papar Tatang. Menurut Tatang, kalau itu sudah selesai empat bulan saja, itu merupakan proses paling cepat," ujarnya.

"Jadi jangan pancing-pancing ketua KNKT jawab itu," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejauh ini keberadaan black box pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, belum ditemukan.

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas