Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ditegur Lurah, Hendardji: Harusnya Panwaslu yang Tegur!

Calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Hendardji Supandji

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Hendardji Supandji mencurahkan perasaannya atas adanya diskriminasi birokrasi di acara cofee morning di Mapolda Metro Jaya.

Hendardji merasa diskriminasi birokrasi saat menghadiri acara kerja bakti bersama warga di Kelurahan Karanganyar di RW 6, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu 13 Mei 2012 lalu lantaran saat acara berlangsung para warga ditegur dari RW dan Lurah setempat.

"Saya itu kan datang karena diundang kenapa ada yang ditegur. Harusnya yang menegur itu kan dari Panwaslu langsung, bukannya Lurah atau RW," jelas Hendardji di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu(16/5/2012).

Hendardji mempertanyakan masalah mengapa dirinya ditegur saat menghadiri undangan warga, sementara yang lain tidak. Hendardji pun mengaku sudah mendatangi langsung Panitia pengawas pemilu untuk mempertanyakan hal itu.

Untuk diketahui, peneguran tersebut terjadi Minggu 13 Mei 2012 saat Hendardji diundang oleh warga untuk melakukan kegiatan kerja bakti di RT 6 RW 6 Kelurahan Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat,

Saat itu, warga mendapat tekanan dari RW setempat lantaran dianggap melakukan kampanye calon gubernur. Menurut, Agus Kentung, tokoh masyarakat RT 6, pihaknya memang sengaja mengundang calon gubernur independen, Hendardji Soepandji, untuk temu wicara dengan warga soal kebersihan dan fasilitas MCK.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak hanya itu, Agus juga mengakui dirinya sempat ditanya sekretaris RW perihal izin kegiatan. Izin tersebut, telah diserahkan pada malam hari sebelum kegiatan itu dimulai.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas