Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pertemuan SBY dan Yusril Jangan Dijadikan Polemik

Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menegaskan pertemuan Presiden SBY dengan Pakar Hukum Tata

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menegaskan pertemuan Presiden SBY dengan Pakar Hukum Tata Negara di kediaman Presiden, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/5/2012), malam, tak perlu dijadikan polemik.

"Itu pertemuan biasa saja. Tidak usah dipolemikkan," kata Julian ketika dikonfirmasi pers, Jumat (18/5/2012).

Menurut Julian, tamu Presiden banyak tidak hanya Yusril sehingga tidak pantas dikatakan pertemuan itu hanya semata-mata membahas soal putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang memenangkan Yusril.

"Ada banyak hal yang dibahas. Saya tidak bisa memberi informasi lebih jauh," kata Julian.

Seperti diketahui, Keputusan Presiden (Keppres) SBY bernomor 48/P/2012 tertanggal 2 Mei 2012 mengangkat Junaidi Hamsyah menjadi Gubernur Bengkulu definitif menggantikan Agusrin Najamuddin ditunda. Hal ini sesuai keputusan sela PTUN  Jakarta yang dimohonkan oleh Yusril Ihza Mahendra. Dengan demikian Gugatan Yusril terhadap Presiden dimenangkan.

Sudi menegaskan pada prinsipnya pemerintah menghormati proses hukum berlaku.
Menurut Julian kemenangan Yusril atas SBY hanya judul berita yang dipilih media massa.

"Kami berjalan berdasarkan sistem karena ada putusan dari pengadilan dan kita hormati. Pemerintah terbuka dan sangat rasional atas hukum dan tidak ada upaya intevensi hukum sedikit pun. Posisi Presiden sangat objektif apalagi Agusrin merupakan kader partai Demokrat," kata Julian.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas