Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK Pesimistis Penerimaan CPNS Berlangsung Transparan

Tahun ini, rencananya pemerintah membuka penerimaan CPNS reguler atau melalui jalur umum, sebanyak 60 ribu orang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pesimistis penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dibuka tahun ini, akan berlangsung  transparan. Padahal, penerimaan CPNS tahun ini cukup besar komposisinya.

"Semoga  pemerintah sudah menyiapkan sistemnya dengan prudent (hati-hati) dan transparan, sehingga menutup lubang manipulasi. Tapi, berat juga, karena mental percaloan yang kotor itu sudah merata," ujar Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, saat dimintai tanggapannya melalui sambungan telepon, Selasa (22/5/2012).

Busyro mengatakan, praktik percaloan seperti itu akan tambah parah, ketika penerimaan CPNS yang dititipkan pejabat atau nepotisme, masih terus hidup di lingkungan tiap lembaga pemerintah.

Tahun ini, rencananya pemerintah membuka penerimaan CPNS reguler atau melalui jalur umum, sebanyak 60 ribu orang.

Penerimaan CPNS dibuka untuk seluruh departemen dan pemerintah daerah, hingga tingkat kabupaten dan kota melalui jalur umum yang didasari analisa jabatan.

Rencana pemerintah berlawanan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri,  yaitu Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), serta Menteri Keuangan (Menkeu), tentang moratorium penerimaan CPNS hinga akhir 2012.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan, penerimaan sebanyak  60 ribu CPNS pada masa moratorium, tidak menyalahi aturan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebab, dalam peraturan tersebut terdapat pengecualian selama masa moratorium, yaitu tetap menerima tenaga teknis seperti tenaga pendidik atau tenaga kesehatan. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas