Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dodi Aviantara Kamus Berjalannya Majalah Angkasa

Dody Aviantara bin Widodo reporter Majalah Angkasa yang tewas dalam kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dody Aviantara bin Widodo reporter Majalah Angkasa yang tewas dalam kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100 pada 9 Mei 2012 lalu dikenal sebagai orang yang kutu buku. Hal tersebutlah yang mengakibatkan almarhum dijuluki sebagai kamus berjalannya Majalah Angkasa.

Dalam pembacaan riwayat kewartawanan di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Panjang, Jakarta Barat, Rabu (23/5/2012) terungkap bahwa jebolan Teknik Universitas Diponegoro tersebut mengetahui banyak hal layakna ensiklopedia.

"Yang luar biasa, ternyata Mas Dodi dikenal sebagai kamus berjalannya Majalah Angkasa," kata Wulan perwakilan dari majalah Angkasa.

Lanjut Wulan, memang Dodi dikenal sebagai orang yang kutu buku, ia selalu pulang paling akhir di redaksi Angkasa setelah sibuk membaca buku di pojok cubical.

"Hampir semua temannya selalu mengingatkan Mas Dodi ini dengan kata-kata 'Sudah waktunya Dod...' dan hal itu adalah dalam rangka untuk mengingatkan Mas Dodi agar segera pulang setelah selesai bekerja," ungkapnya.

Hal tersebutlah yang patut diteladani dari Dodi. "Kita melihat betapa seorang Mas Dodi adalah seorang pembelajar sejati," ujarnya.

Kini 'Si Kamus Berjalan' tersebut telah tiada, namun apa yang ia pernah torehkan patut menjadi panutan bagi wartawan-wartawan.

 
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas