Akbar Tanjung: JK Tak Perlu Hengkang dari Golkar
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tjandjung, menyatakan adalah hak Jusuf Kalla (JK)
Penulis:
Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung, menyatakan adalah hak Jusuf Kalla (JK) jika hendak menjadi calon presiden (capres) dari partai lain. Dan Partai Golkar sebagai tempat bernanung JK tidak bisa melarangnya.
Menurut Akbar, jika dijadikan capres dari partai lain, JK tak perlu keluar dari Partai Golkar. "Saya tidak melihat dia harus keluar dari Golkar. Dari Golkar sendiri tidak ada ketentuan sendiri," kata Akbar, Rabu (6/6/2012).
Sebagaimana diketahui, Aburizal Bakrie (Ical) hampir pasti menjadi capres tunggal dari Partai Golkar untuk Pemilu 2014. Ical tinggal menunggu dikukuhkan pada Rapimnas ketiga 1 Juli 2012 mendatang. Di rapimnas itu, DPP Partai Golkar baru akan menyiapkan aturan dan sanksi bagi kader yang 'loncat' ke partai lain.
Sementara itu, sebelumnya Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) melansir hasil survei elektabilitas capres 2014. Hasilnya, Prabowo Subianto menempati posisi pertama dengan 25,8 persen dan Megawati Soekarnoputri di posisi kedua dengan 22,4 persen.
Sementara posisi Ical berada di bawah JK. JK menempati posisi ketiga dengan 14,9 persen, dan Aburizal Bakrie di posisi keempat dengan 10,6 persen.
"Ya kalau mengenai apa yang kita ketahui saat ini soal elektabilitas JK dengan Ical, memang JK memang di atas Ical dari beberapa survei terakhir. Kalau Golkar kan sudah dikatakan oleh Ical, Pak JK silakan menjadi capres untuk partai lain," ujar Akbar.
Dengan hasil sirvei itu, Akbar mengatakan JK berhak menjadi capres dari partai lain. "Bahwa akibatnya bisa orang tertarik kepada JK, kita tidak bisa memastikan," tukasnya.