Marzuki Alie Bantah Terima Dana PPID
Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan dirinya bersedia melakukan apapun untuk membuktikan bahwa dirinya tidak menerima apapun
Penulis:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan dirinya bersedia melakukan apapun untuk membuktikan bahwa dirinya tidak menerima apapun baik uang ataupun pemberian lainnya terkait pembahasan dana PPID seperti yang dituduhkan oleh tersangka kasus korupsi yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN), Wa Ode Nurhayati.
“Kalau ada jawaban ini, karena sulit dibuktikan, saya bersedia bersumpah atas nama Allah bahwa saya akan dilaknat 7 turunan. Kalau memang sumpah pocong diperlukan agar suasana sakral terbangun, didepan para ulama Indonesia,saya pun bersedia. Menggunakan teknologi seperti lie detector saya pun bersedia,” kata Marzuki dalam siaran persnya, Selasa(19/6/2012).
Marzuki juga mengaku enggan berpolemik tentang hal yang sama sekali tidak benar dan ingin menghentikan hal-hal yang bersifat fitnah seperti ini.
“Masalah PPID 300 Milyar, saya tidak mau berpolemik tentang fitnah ini. Satu saja permintaan saya, agar dicarikan faktanya siapa yang memberi dana itu?, diimana dia memberikan kepada saya atau orang saya?, bagaimana caranya dia memberikan? dalam kaitan apa dia memberi saya? Apakah karena saya ikut membahas, ikut mengatur, ikut mencalo ? Ikut mengesahkan atau ikut tandatangan,” ujar Marzuki.
Marzuki menambahkan, jika memang susah mendapatkan hal yang dimintanya tersebut karena hal itu sulit dibuktikan, dirinya pun bersedia melakukan apapun untuk menyakinkan bahwa dirinya tidak pernah sama sekali bermain-main dengan anggaran yang ditujukan untuk rakyat.
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan dirinya bersedia melakukan apa saja agar bangsa ini tidak selalu disibukkan dengan fitnah, sehingga habis waktu untuk berpolemik, padahal bangsa ini harus bekerja karena masih banyak rakyat yang harus dibantu.
“Saya siap melalukan hal ini agar hal-hal yang bersifat fitnah seperti ini tidak selalu dikembangkan. Berpolemik dengan fitnah seperti ini akan menghabiskan energi bangsa ini untuk membahas hal yang sama sekali tidak benar,” jelasnya.
Dirinya pun meminta kepada masyarakat utamanya media untuk tidak larut dengan pola pemberitaan yang bersifat fitnah.
“Wa Ode setahu saya mengatakan bahwa katanya mendapatkan informasi dari staf sekjen DPR yang katanya memberi uang kepada saya maupun pimpinan DPR lainnya dalam pembahasan dana PPID. Wa Ode saja bilang katanya, dia juga tidak tahu dan apakah orang yang katanya menyebut kepada Wa Ode itu memang benar-benar memberikan?Kalau benar yah seperti saya bilang tadi,dimana, kapan, bagaimana. Atau jangan-jangan orang yang menyebut ke Wa Ode itu juga katanya temannya lagi dan begitu seterusnya?,” ujar Marzuki lagi.
Daripada mengembangkan jurnalisme yang seperti itu, dirinya pun meminta media untuk lebih menggunakan jurnalisme investigasi atas isu seperti itu.
“Kembangkanlah jurnalisme yang sehat yang berpegang pada fakta dan bukan fitnah.Ingat fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Coba bayangkan jika wartawan yang menulis dan mengembangkan itu, apa dia mau dirinya atau keluarganya difitnah?Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” tegas Wakil Ketua Dewan Pembina PD ini lagi.
Khusus kepada Wa Ode sendiri, Marzuki berpesan agar lebih baik jujur terhadap dirinya sendiri maupun terhadap bangsa ini. Lebih baik Marzuki kembali menegaskan Wa Ode mengungkapkan fakta sebenarnya tentang permainan di DPR, baik siapa-siapa saja yang terlibat dengan dirinya atau bagaimana sistem permainan anggaran yang dia mainkan.
"Hal ini penting agar penyidik benar-benar bisa memeriksa dan menangkap siapapun yang terlibat dan memperbaiki kelemahan sistem yang ada,” pungkasnya.
- Putri Amien Rais: Uang dari Wa Ode untuk Pembayaran…
- Dituduh Dapat Rp 300 M, Marzuki: Semoga Wa Ode Dapat…
- Putri Amien Rais Kecipratan Dana Wa Ode Nurhayati
- Penasehat Hukum Wa Ode Diduga Terlibat Pencucian Uang
- Politisi PAN Wa Ode Nurhayati Didakwa Terima Suap
- Samad: Tersangka Baru Kasus Wa Ode Seorang Politisi