Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Risiko Rendah, Banyak Orang Rela Terlibat Korupsi

Nace Permana mengatakan, dengan rendahnya risiko namun tinggi pemasukan membuat orang rela untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akademisi dari program Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercubuana, Nace Permana mengatakan, dengan rendahnya risiko namun tinggi pemasukan membuat orang rela untuk melakukan tindak pidana korupsi.

"Korupsi bukan hanya sebagai kejahatan luar biasa, tetapi telah dianggap sebagai kegiatan yang low risk dan high revenue, sehingga banyak orang yang rela terlibat dan menikmatinya," ujar Nace di Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, Sabtu (7/7/2012).

Nace mengatakan, vonis terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang terbilang rendah ini malah membuat para terpidana korupsi tidak jera, bahkan menjamur dimana-mana. Mereka pun juga dimanja dengan mendapatkan fasilitas yang berbeda dibanding tahanan lain di penjara.

"Pelaku koruptor itu dimanja. Maka tidak berikan efek jera. Kami dapat bocoran itu sewanya seperti apartemen. Dapat fasilitas luar biasa," kata Nace.

Nace yang juga sebagai Ketua Pelaksana Seminar bertajuk 'Komunikasi dan Permasalahan Korupsi di Indonesia' ini menilai, praktek korupsi ini selain diminati para pejabat yang mengemban kekuasaan, juga telah membudaya.

"Karena resiko melakukan tindak pidana korupsi sangat kecil, maka banyak yang rela melakukan sehingga hal ini sudah membudaya," kata Nace.

baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas