Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FITRA: Kejaksaan Paling Korup

Seknas FITRA menempatkan Kejaksaan sebagai lembaga negara yang berpotensi paling korup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), menempatkan Kejaksaan sebagai lembaga negara yang berpotensi paling korup.

Itu berdasarkan ranking Kementerian/Lembaga (K/L) negara yang berpotensi paling korup, pada masa Pemerintah SBY, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2008-2010.

Menurut Direktur Riset Seknas FITRA Maulana, Minggu (15/7/2012), hasil audit keuangan BPK menunjukkan Kejaksaan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 5.443.690.000.000 (Rp 5,4 triliun), dari total potensi kerugian negara senilai Rp 16,4 triliun, dengan 5.870 kasus di 83 K/L.

Di Korps Adhiyaksa, BPK menemukan 473 kasus penyimpangan penggunaan anggaran. Padahal, di lembaga itu ada 427 kasus dengan nilai potensi kerugian negara sebesar Rp 5,4 triliun, yang belum ditindaklanjuti.

Lebih lanjut Maulana mengatakan, bersumber dari audit BPK, Kementerian Keuangan menempati ranking kedua sebagai kementerian paling korup, dengan 269 kasus dugaan penyimpangan keuangan negara, dan potensi kerugian mencapai Rp 5.359.204.000.000 (Rp 5,3 triliun).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menempati ranking ketiga, dengan 887 kasus dugaan penyimpangan keuangan negara, dan nilai potensi kerugian negara sebesar Rp 3.335.643.000.000 (Rp 3,3 triliun).

Secara berturut-turut, K/L yang berpotensi paling korup mulai posisi empat adalah Kementerian Kesehatan, dengan potensi kerugian negara Rp 332,8 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

Kementerian ESDM (Rp 319,1 miliar), Kementerian Kehutanan (Rp 163,5 miliar), Kementerian Sosial (Rp 157,8 miliar), Kementerian Agama (Rp 119,3 miliar), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Rp 115,4 miliar), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika sebesar (Rp 102,4 miliar). (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas