Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korupsi Kepala Daerah Bukan Salah Otonomi Daerah

Maraknya korupsi oleh kepala daerah, bukan disebabkan oleh kesalahan sistem otonomi daerah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maraknya korupsi oleh kepala daerah, bukan disebabkan oleh kesalahan sistem otonomi daerah.

Menciptakan pemerintahan daerah yang baik, transparan, bertanggung jawab dan bukan sekadar menguatkan, serta menata ulang sistem, adalah solusinya.

Ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor, Kamis (19/7/2012).

Isran mengatakan, otonomi daerah merupakan komitmen reformasi untuk menjawab kelemahan sistem pemerintahan yang sentralistik.

Persoalan yang terjadi di daerah saat ini seperti maraknya korupsi, bukan karena adanya otonomi daerah.

"Otonomi daerah dan kepala daerah jangan dikambinghitamkan atas pelbagai persoalan yang muncul saat ini. Otonomi daerah bukan sumber kejahatan dan korupsi. Seluruhnya harus komit, terutama pemerintah pusat, dalam mengawal, membimbing, dan melakukan supervisi pemerintahan daerah," tutur Isran.

Penerapan otonomi daerah, lanjutnya, belum dikawal sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Terkesan dilepaskan begitu saja," imbuhnya.

Meski begitu, ketika muncul persoalan di daerah, maka semua orang beramai-ramai menyalahkan sistem, terutama kepala daerah.

Otonomi daerah dan pilkada, jelas Isran, tidak diciptakan untuk melahirkan penjahat. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas