Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PPP Tetap Optimis Lolos Pileg Meski Hasil Survei di Bawah

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap optimis dapat lolos ke DPR dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 kendati hasil survei menempatkan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap optimis dapat lolos ke DPR dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 kendati hasil survei menempatkan di urutan ketujuh dari sembilan parpol.

Untuk meraih itu, PPP akan fokus dan berupaya menarik dukungan pemilih yang belum menentukan sikap.

"Kami masih optimis karena kita terus bekerja," kata Ketua DPP PPP Bidang Media dan Humas Arwani Tomafi, Selasa (24/7/2012).

Hasil survei harian Kompas yang terbit hari ini menempatkan PPP di urutan ketujuh dengan dukungan masyarakat atau elektabilitas hanya 1 persen. Partai Demokrat berada di urutan pertama dengan angka elektabilitas sebesar 12,8 persen. Di urutan kedua ada PDI-P dengan elektabilitas 9,1 persen dan Partai Golkar di urutan ketiga dengan 6,9 persen.

Partai Gerindra di urutan keempat dengan 6,4 persen, Partai Nasional Demokrat (NasDem) di urutan kelima dengan 4,5 persen, dan PKS berada di urutan keenam dengan 2,5 persen. Sementara PPP dan Hanura di posisi ketujuh dan kedelapan dengan 1 persen.

Dari survei itu, sebanyak 30,8 persen responden belum menentukan pilihan, 15,3 persen tidak memilih, dan 7,3 persen tidak menjawab. Disebutkan, parpol yang tidak memiliki perolehan suara di atas 3,5 persen tidak dapat lolos ke DPR lantaran ambang batas parlemen yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pemilu sebesar 3,5 persen.

Bagi Arwani, pemilih yang belum menentukan sikap dari survei itu terbilang masih cukup besar. Ia yakin suara dukungan akan meningkat dengan berbagai program serta menampilkan figur di tingkat nasional hingga calon legislatif di tingkat DPRD.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kecenderungan masyarakat memang melihat figur. Partai politik harus selektif dan cerdas dalam memilih figur yang bisa diterima," kata Arwani.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas