Peringati Tragedi 27 Juli,Spanduk Penuhi Eks Markas PDI
Memperingati 16 tahun insiden penyerangan markas Partai Demokrasi Indonesia 27 Juli 1996 spanduk dan baliho
Penulis:
Bahri Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memperingati 16 tahun insiden penyerangan markas Partai Demokrasi Indonesia 27 Juli 1996 spanduk dan baliho penuhi eks lokasi kantor PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta.
Dari pantauan Tribunnews.com, Baliho tersebut berisi tulisan bertuliskan "Jangan Biarkan Pelaku Kejahatan HAM kembali memimpin Negeri ini..!!!", dengan narasi yang meningatkan terjadinya insiden tersebut.
Tanggal 24 Juli 1996 terjadi pertemuan di Kodam Jaya dipimpin oleh Kasdam Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono dan memutuskan penyerbuan kantor PDI Pro Mega akan diambil alih Kodam Jaya. Peristiwa 27 Juli 1996 tidak berhenti pada penangkapan dan pengadilan massa PDI Pro Mega saja, tetapi berdampak luas terhadap penangkapan para aktivis pro demokrasi.
Dalam baliho tersebut juga dipampang aparat keamanan yang diduga terlibat dalam insiden penyerangan tersebut, diantaranya Jenderal Feisal Tanjung (saat itu Panglima ABRI), Jenderal Pol. Dibyo Widodo (saat itu Kapolri), Syarwan Hamid (saat itu Kassospol ABRI), Suwarno Adi Wijaya (saat itu Assospol Kassospol ABRI), Mayjen Soetoyo (saat itu dirjen sospol Depdagri), Mayjen Yusuf Kertanegara (saat itu Asisten Kasum ABRI), Brigjen Zaki Anwar Makarim (saat itu Direktur A-BIA), Mayjen Sutiyoso (saat itu Pangdam Jaya), Mayjen Hamami Nata (saat itu Kapolda Metro Jaya), Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono (saat itu Kasdam Jaya), Kol Haryanto (saat itu Asisten Kodam Jaya), Joko Santoso (saat itu Assospol Kodam Jaya), Kol Tri Tamtomo (Saat itu komandan Brigif I Pengamanan Ibu Kota), Kol Sudi Silalahi (saat itu Spril Kassospol ABRI), Kol Syamsiar Wangsadipraja (saat itu Paban Sospol ABRI), Kol Yahya Secawirya (saat itu Paban Sospol ABRI), Kol Rusli (saat itu BIA) Letkol Leonard (saat itu BIA), Letkol Budi Purnama (saat itu Kodam Jaya), Kol Pol Indro Waskito (saat itu Kapuskodalops Polda Metro Jaya), Letkol Zul Efendy (saat itu Dandim Jakarta Pusat), Letkol Pol Abu Bakar (saat itu Kapolres Metro Jaya), Mayor Pol Sunaryo (saat itu Brimob).
Khusus di bagian yang menyebut mantan Kasdam Jaya, Susilo Bambang Yudhoyono, di baliho tersebut diberi lingkaran merah.
Sementara itu, menurut seorang simpatisan yang kebetulan berada di lokasi, di istana merdeka akan dilakukan aksi memeperingati insiden 27 Juli 1996,
"Saat ini teman-teman sedang berada di istana," ujarnya.