Pergantian Mekeng-Zulkarnaen di Banggar Keputusan Terbaik
Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menilai pergantian Melchias Marcus Mekeng dari posisi Ketua Banggar dan Zulkarnaen
Penulis:
Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menilai pergantian Melchias Marcus Mekeng dari posisi Ketua Banggar dan Zulkarnaen Djabbar dari posisi anggota Banggar adalah bagian dari rotasi biasa.
Priyo yakin Ketua Fraksi Setya Novanto sudah berkonsultasi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) tentang pergangian posisi kedua orang itu. "Kalau sudah arahnya ke sana, pasti ini keputusan terbaik," ujar Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Meski nama Mekeng kerap disebutkan terlibat dalam sejumlah kasus korupsi seperti proyek Wisma Atlet dan DPID, serta Zulkarnaen menjadi tersangka kasus korupsi pembahasan dan pengadaan Alquran, Priyo menampik rotasi ini terkait dengan kasus. Sebab, Priyo mengaku telah mendengar soal pergantian personel Partai Golkar di Banggar ini sejak satu setengah bulan yang lalu.
Menurut Priyo, waktu pergantian ini hanya masalah ketepatan momentum. "Itu hal biasa dan tidak apa-apa. Ini rotasi biasa," kata Priyo yang juga Wakil Ketua DPR.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto mengakui pihaknya akan mengganti posisi Mekeng di pucuk pimpinan Banggar dengan anggota Fraksi Partai Golkar dari Komisi XI, Ahmadi Noor Supit. Namun, dia tidak menjelaskan alasan pergantian tersebut.