Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

MPR: Harapan Masyarakat di Titik Nadir

Pembiaran atas perseteruan Polri dan KPK dalam penanganan kasus korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas menyebabkan harapan

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembiaran atas perseteruan Polri dan KPK dalam penanganan kasus korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas menyebabkan harapan masyarakat terhadap komitmen negara dalam pemberantasan korupsi berada di titik nadir.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/8/2012).

Menurut Lukman, negara harus segera bertindak menengahi dan menyudahi konflik tersebut. "Sebabkan harapan masyarakat terhadap komitmen negara dalam pemberantasan korupsi berada di titik nadir," kata Lukman yang juga Wakil Ketua Umum PPP itu.

Dia mengingatkan, bahwa Polri dan KPK adalah sama-sama lembaga penegak hukum. Konflik yang berlarut-larut antar keduanya sungguh mengancam sendi-sendi kehidupan kenegaraan kita.

Diberitakan, saat ini KPK dan Polri bersitegang karena sama-sama menangani kasus korupsi Simulator SIM Tahun Anggaran 2011 senilai hampir Rp 200 miliar. Kedua lembaga penegak hukum itu menetapkan tiga tersangka yang sama.

Setelah KPK menyampaikan bahwa mereka menetapkan tersangka kepada mantan Kepala Korlantas Irjen Djoko Susilo dkk, Polri mengambil langkah cepat dengan menahan empat tersangka kasus ini pada Jumat (3/8) malam.

Keempatnya, yakni Wakil Kepala Korlantas Brigjen Didik Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), AKBP Teddy Rusmawan selaku Ketua Panitia Lelang, bendahara Korlantas Kompol Legimo, dan Direktur Utaa PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Rekomendasi Untuk Anda

Ayo Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas