Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PP Muhammadiyah Launching Child Centre Indonesia

Child Centre Indonesia merupakan program antara Majelis Pelayanan Sosial (MPS) dengan LAZISMU PP Muhammadiyah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Child Centre Indonesia merupakan program antara Majelis Pelayanan Sosial (MPS) dengan LAZISMU PP Muhammadiyah. Program ini dibentuk dalam rangka mewujudkan cita-cita besar Muhammadiyah untuk merevitalisasi peran Panti Asuhan dan usaha memenuhi hak-hak dasar anak.

"Program ini dimulai sejak Februari 2012 dan direncana sebagai program tetap jangka panjang,"kata Sularno Ketua MPS di Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat, (07/08/2012). 

Rencana strategis program ini, lanjutnya, ialah membentuk pola pengasuhan anak yang dilakukan di lingkungan Muhammadiyah-Aisiyah mengacu pada keinginan untuk menjadikan panti sebagai basis pelayanan non residensial, yaitu pelayanan sosial.

"Harapan dari program ini ialaj membentuk panti sebagai basis pelayanan sosial, mengingat pengasuhan terbaik bagi anak adalah di tengah keluarga,"terangnya.

Melalui program-programnya Child Centre Indonesia (CC-I), diupayakan kepada penguatan keluarga anak panti agar mandiri secara ekonomi, dan pengembangan peran Panti Asuhan sebagai pusat layanan sosial.

"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MPS, diketahui jika 98 persen penghuni panti asuhan masih memiliki orang tua, namun mereka tidak mampu secara ekonomi sehingga terpaksa menitipkannya ke panti,"tuturnya.

Sularno menambahkan tujuan dari program CC-I ini ialah bukan untuk mencabut hak anak dari pengasuhan keluarganya namun  untuk memperluas peran panti menuju pusat layanan masyarakat dan merubah paradigma pengasuhan panti menuju pengasuhan berbasis keluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selain itu program ini juga mempunyai tujuan pendampingan keluarga yang rentan secara ekonomi untuk diberdayakan  kapasitas ekonomi dan parenting skillnya, karena berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, 97 anak panti menginginkan pulang ke keluarganya," tuturnya.

Ayo Klik:

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas