Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ridwan Saidi: Bulan Puasa Kagak Boleh Ngotot-ngototan

Selain itu, ia juga berharap Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, turun tangan untuk menyelesaikan konflik kewenenangan ini.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rachmat Hidayat

Laporan Pradita Seti Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri tidak boleh saling 'ngotot' dalam menanggapi kasus dugaan korupsi alat ujian SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
"Musti lebih dingin hadapi satu perkara," kata mantan anggota DPR RI ini, di kompleks DPR, Senayan, Selasa (7/8/2012).

Ia juga menyatakan, posisi KPK di masyarakat sedang baik. Sehingga, apapun yang menimpa lembaga antirasuah tersebut tidak akan berpengaruh.

"Posisi KPK dalam masyarakat lagi oke punya. Jadi, polisi marah-marah, nuduh KPK langgar MoU, enggak ngefek (memberikan efek)," ujarnya.

Menurutnya, Polri dan KPK tak perlu memaksakan diri. Ia berpendapat, dua lembaga hukum tersebut harus membicarakannya secara baik-baik.

Selain itu, ia juga berharap Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, turun tangan untuk menyelesaikan konflik kewenenangan ini.

Berita Terkait: Mafia Anggaran

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas