Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hotel Tempat Istirahat Anas dan Ibas Dijaga Ketat Brimob

Kedatangan rombongan Safari Ramadan DPP Partai Demokrat (PD) dipimpin ketua umum Anas Urbaningrum dan sekjen Edhie

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Kedatangan rombongan Safari Ramadan DPP Partai Demokrat (PD) dipimpin ketua umum Anas Urbaningrum dan sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono di Pamekasan, Madura, Jumat (10/8/2012) mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI.

Ketatnya penjagaan sudah mulai terjadi sejak rombongan Anas dan putra bungsu SBY itu tiba Masjid Agung Pamekasan, di sentra garam Kecamatan Galis, hingga mereka bermalam di Hotel New Ramayana, Jalan Trunojoyo Pamekasan.

Pantauan Tribunnews.com, sejumlah polisi bolak-balik di sekitar hotel. Bahkan, kepolisian melakukan pengecekkan identitas bagi warga yang ingin masuk ke dalam hotel.

Sebuah kendaraan taktis warna hitam milik brimob dan mobil sejumlah mobil kepolisian terparkir di area dalam hotel.

Diberitakan sebelumnya, ketatnya penjagaan rombongan Anas ini sudah terjadi setiba di Masjid Agung Pamekasan. Karena pengamanan kali ini didukung pasukan brimob bersenjata lengkap. Bahkan, saat Anas dan Ibas menjalankan salat Ashar di masjid tersebut, tampak sejumlah brimob yang bersenjata ikut berjaga.

Ibas sendiri sebagai putra presiden telah mendapat pengawalan keamanan dari beberapa petugas Paspampres.

Dalam pantauan Tribunnews.com, sepanjang perjalanan Safari Ramadan rombongan Anas dari Jakarta pada 6 Agustus lalu hingga Bangkalan Jawa Timur, belum pernah ada penjagaan seketat ini. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi pihak kepolisian maupun DPP PD tentang alasan ketatnya penjagaan ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Informasi yang diperoleh Tribunnews.com di lapangan, ketatnya penjagaan karena adanya unjuk rasa penolakan kedatangan rombongan Anas dan putra bungsu Presiden SBY dan terkait ketegangan Pilkada setempat. Namun, sejumlah petugas kepolisian yang dimintai konfirmasi tidak bersedia diwawancarai.

KLIK JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas