PDIP Minta Persoalan DP4 Tidak Terjadi di Pemilu 2014
PDI Perjuangan meminta masalah daftar penduduk potensial pemilih (DP4), tidak terjadi lagi pada Pemilu 2014.
Penulis:
Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan meminta masalah daftar penduduk potensial pemilih (DP4), tidak terjadi lagi pada Pemilu 2014.
Sebab, kualitas daftar pemilih tetap (DPT) menjadi instrumen dasar untuk pemilu jurdil, ditentukan oleh kualitas DP4.
"PDI Perjuangan mengingatkan, DPT adalah daftar pemilih yang dijadikan instrumen dasar terhadap terpenuhinya hak konstitusi warga Indonesia untuk memilih," kata Tjahjo di Kantor KPU pusat, Selasa (14/8/2012).
Tjahjo mengatakan, pihaknya juga akan mengawal tahapan pemilu legislatif untuk meningkatkan kualitas Pemilu 2014.
"Harus dilakukan penguatan Bawaslu, agar dapat menjalankan fungsinya. Pengawas pemilu harus terus menerus ditingkatkan," tuturnya.
PDIP, lanjut Tjahjo, meminta pemerintah termasuk parpol peserta pemilu, bersama-sama menjaga netralitas dan independensi KPU.
Tjahjo menjelaskan, upaya menjadikan pimpinan KPU sebagai pejabat di salah satu partai politik untuk ditempatkan dalam jabatan strategis di pemerintahan, harus diakhiri.
"Selain bertentangan dengan etika penyelenggara pemilu, juga bertujuan memperkuat kewibawaan KPU," cetus Tjahjo.
Sementara, KPU pusat membuka pendaftaran bagi lembaga pemantau pemilu. Anggota KPU Sigit Pamungkas mengatakan, bila pada pemilu sebelumnya pendaftaran pemantauan dibuka pada tahap akhir. Maka, kali ini dibuka sejak awal, agar pemantauan juga lebih profesional.
"Fokus pemantauan juga dilakukan kepada aktor lain, yaitu partai politik, kandidat, dan pemerintah agar saling mendukung. KPU juga tergantung dari data kependudukan pemerintah, ketika diterima datanya dengan baik," terang Sigit. (*)
BACA JUGA