Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Anggota DPR Usulkan Peran FKUB di Daerah Ditingkatkan

Anggota Komisi VIII DPR, Inggrid Kansil mengusulkan agar peranan Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB)

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR, Inggrid Kansil mengusulkan agar peranan Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) di seluruh daerah di Indonesia ditingkatkan. Selama ini kerja FKUB memang belum dikontrol, sehingga kasus serupa yang terjadi di Sampang terus terulang.

"Saya mengusulkan dua hal, pertama, pemaksimalan peran FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) bahkan kalau perlu FKUB ini harus dikontrol keaktifannya. Karena sebagaimana kita ketahui Kepala Derah itu sekaligus merangkap sebagai ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) juga harus membuat peta pemukiman masyarakat beradasarkan aliran kepercayaannya," ujar Inggrid dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin(27/8/2012).

Inggrid yakin dengan adanya peningkatan kinerja FKUB, serangan dan intimidasi dapat dihindarkan. FKUB lanjutnya juga harus melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian guna menjaga munculnya potensi konflik.

"Sejauh ini saya melihat pembentukan FKUB oleh pemerintah merupakan upaya nyata kinerja pemerintah untuk menjamin warga negaranya dalam memeluk agama dan kepercayaannya, justru ini yang harus dimaksimalkan oleh pemerintah daerah bersama para pemuka agama," tegasnya.

Rencananya, kata Inggrid, Komisi VIII yang membidangi sosial dan agama akan memanggil kepala daerah yang wilayahnya sering terjadi kerusuhan untuk bisa menjelaskan mengenai kerukunan beragama. Disisi lain FKUB dan MUI untuk mencari klarifikasi. Karena konflik agama cukup sering terjadi.

"Kita perlu mencari formula baru penyelesaian konflik agama. Saya akan mengusulkan agar Komisi VIII membentuk panja kerukunan umat beragama yang kemudian diatur secara komperhensif melalui RUU kerukunan umat beragama yang memang sudah masuk ke dalam prolegnas 2010 -2014," ujarnya.

Berita Terkait: Kerusuhan Sampang

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas