Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala BIN: Kita Harus Akui Intelijen Kurang Sigap

Pecahnya kembali aksi kekerasan di Sampang membuat kinerja badan inteligen akan melakukan evaluasi dan pembenahan diri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pecahnya kembali aksi kekerasan di Sampang membuat kinerja badan inteligen akan melakukan evaluasi dan pembenahan diri.

Apalagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kinerja inteligen belum optimal. Sehingga tidak bisa mengantisipasi aksi kekerasan itu kembali terjadi.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letnan Jenderal TNI Marciano Norman mengakui hal tersebut.

Menurutnya, kelemahan inteligen terkait kasus kekerasan di Sampang, Jawa Timur (Jatim) terjadi karena intel kurang sigap.

"Ya, kita harus mengakui kalau hal itu terjadi. Intelejennya harus diperbaiki," ujarnya menanggapi pertanyaan wartawan apakah intelijen kurang sigap, usai Ratas di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Karenanya, tegas dia, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal itu. Khususnya mengenai kemampuan intelijen mendeteksi dini potensi kejadian kekerasan.

"Kita harus mengevaluasi, harusnya intelejen yang baik mempunyai kemampuan mendeteksi secara dini hal-hal yang akan timbul. Tetap terjadi walaupun kita juga telah lakukan langkah-langkah itu. Ya memang kita harus memperbaiki," terang Kepala BIN ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai pecahnya kembali kekerasan di Sampang, Jawa Timur karena kinerja inteligen belum optimalkan.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas