Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Kapten Marshal Tunggu Identifikasi Tim DVI

Keluarga Pilot Kapten Marshal Basir masih menunggu proses identifikasi dari tim DVI ( (Disaster Victim Identification). Pilot Marshal Basir

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga Pilot Kapten Marshal Basir masih menunggu proses identifikasi dari tim DVI ( (Disaster Victim Identification). Pilot Marshal Basir merupakan salah satu korban pesawat P-31 Piper Navaje Chieftain. Pesawat tersebut hancur dan terbakar diduga akibat menabrak bukit di Gunung Mayang Kabupaten Kutai Timur.

Juru bicara keluarga Kapten Marshal, Yance Kotjek mengatakan proses identifikasi bisa berlangsung cepat ataupun lama. "Saya dapat info paling cepat tiga hari, paling lambat 10 hari sampai 2 minggu," kata Yance saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (28/8/2012).

Yance mengatakan jasad korban yang ditemukan masih diindentifikasi melalui DNA. "Data-data DNA sudah diambil sebelumnya sekarang sedang dicocokkan," imbuh Yance.

Rencananya, jasad Kapten Marshal Basir akan dikebumikan di TPU Tanah Kusir bila sudah berada di Jakarta. "Kita tunggu saja dari sana," kata Yance.

Suasana rumah duka Pilot Marshal di Jalan Pengadegan Selatan V nomor 3, Jakarta Selatan, terlihat sepi. Hanya sejumlah kerabat yang berada di rumah tersebut. Sementara pekarangan rumah terdapat beberapa karangan bunga ungkapan belasungkawa dari Kalamada Pusaka, Yayasan Embun Pagi, FH UKI, Kepala Pusar Survei Geologi Bandung.

Seperti diberitakan, pesawat PA-31 Piper Navajo Chief Tain yang hilang sejak Jumat (24/8/2012) lalu, ditemukan Tim SAR gabungan di Gunung Mayang, Kabupaten Kutai Timur sekitar pukul 17.25 Wita, Senin (27/8/2012).

Pesawat carthered milik PT Intan Angkasa Airservice yang dicarter PT Tambang Damai itu ditumpangi 3 orang surveyor dari PT EGI (Elliot Geophysics International) dan pilot Captain Marshal Bashir. Ketiga surveyor itu adalah Peter John Elliot (General Manager Elliot Geophysics International) asal Australia, Jandri Hendrizal (staf Elliot Geophysics International) dan Sus Suyoto (security officer dari Kementerian Pertahanan).

Rekomendasi Untuk Anda

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas