Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menkes Diminta Kerjasama KPK Usut Korupsi Vaksin Flu Burung

Kementerian Kesehatan diminta membuka diri dan bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Y Gustaman
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan diminta membuka diri dan bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pengadaan vaksin flu burung.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR kala melakukan rapat kerja bersama Menkes di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (3/9/2012).

"Kementerian Kesehatan harus proaktif membantu KPK untuk mengungkap kasus ini. Seperti yang dilakukan Mahkamah Agung membantu KPK menungkap kasus suap hakim. Itu harus dilakukan Kemenkes," ujar anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra.

Dalam rapat itu, Komisi III lebih banyak mengklarifikasi soal pengadaan kasus vaksin flu burung, kepada Nafsiah. Seperti yang ditanyakan politisi PDI Perjuangan Sri Rahayu.

Ia mempertanyakan, berapa sebenarnya anggaran yang sudah dipakai dari pencairan dana Rp 915 miliar. Karena menurut audit BPK, nilai kerugian negara lebih dari 50 persen.

Sementara politisi Golkar, Poempida Hidayatullah menilai dengan adanya kasus dugaan korupsi pengadaan, Komisi akan hati-hati untuk melihat pengajuan proyek yang diajukan lagi Kemenkes.
Dalam pembangunan pabrik vaksin flu burung diduga terjadi tindak pidana korupsi. Bareskrim Polri telah menetapkan satu tersangka dalam proyek ini yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial TPS.

Rekomendasi Untuk Anda

KLIK JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas