Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jawaban Polda Soal Pengamanan Ketat Sidang John Kei

Menanggapi adanya pendapat dari pengacara terdakwa John Kei, Indra Sahnun Lubis yang mengkritisi ketatnya penjagaan yang dilakukan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menanggapi adanya pendapat dari pengacara terdakwa John Kei, Indra Sahnun Lubis yang mengkritisi ketatnya penjagaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian hingga ratusan personel yang menurut Indra memperlihatkan intelijen kepolisian lemah. Pihak Polda Metro angkat bicara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan terkait pengamanan di dalam ruang sidang yang berkuasa ialah hakim. Jika pihak pengacara ada yang merasa kurang pas bisa diajukan pada hakim. Apabila hakim setuju maka semua pihak harus menuruti.

"Kalau besar kecilnya pengamanan untuk sidang John Kei polisi menilai dari potensi adanya keributan. Setelah itu ditentukan berapa personel dan dari satuan mana saja," ucap Rikwanto, Selasa (4/9/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Diutarakan Rikwanto, pertimbangan pengamanan untuk John Kei semua orang sudah mengetahui jika kasus yang berkaitan dengan preman dan ada kelompok yang menjadi rival perlu mendapatkan pengamanan ekstra agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Kejadian cengkareng juga jadi masukan kami untuk antisipasi pengamanan," singkat Rikwanto.

Untuk diketahui, sebelumnya pengacara terdakwa John Kei, Indra Sahnun Lubis mengkritisi ketatnya penjagaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian hingga ratusan personel yang menurut Indra memperlihatkan intelijen kepolisian lemah.

"Melakukan pengamanan sidang di negara manapun tidak perlu mengerahkan aparat yang sedemikian banyak," ujar Indra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta.

Menurut Indra, penjagaan yang melibatkan 650 personel aparat kepolisian gabungan ini karena polisi takut tragedi berdarah di Ampera, Jakarta Selatan terulang kembali. Menurut Indra, peristiwa Ampera adalah hal yang berbeda.

"Itu kan perkaranya melibatkan dua kelompok. Kalau ini kan beda permasalahannya," kata Indra.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas