Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kedatangan Hilary Didemo karena AS Sering Standar Ganda

Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton untuk ke sekian kalinya ke Jakarta banyak menuai kontroversi,

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kunjungan  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton untuk ke sekian kalinya ke Jakarta banyak menuai kontroversi, ada yang mendukung juga ada kecaman dari berbagai pihak.

KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan bahwa AS sering melakukan standar ganda dalam kebijakan internasionalnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia harus lebih objektif dalam menerima kunjungan Hillary Clinton. Pemerintah Amerika Serikat yang kerap melakukan standar ganda mengenai berbagai persoalan di dunia internasional.

"Yang harus kita soroti juga ialah Amerika itu sering melakukan standar ganda, dalam berbagai persoalan dunia mengenai liberality (kebebasan), human right (HAM),  juga standar ganda terhadap konflik Israel-Palestina," terang  KH Said Aqil Siroj seusai memberikan sambutan dalam acara Launching Munas Alim Ulama dan Konbes di Kantor PBNU Jl Kramat Raya 164, Jakarta, (4/9/2012).   

Namun, lanjut dia, apabila kedatangan Menlu AS itu hanya sebagai kunjungan bilateral negara sahabat dan membawa kebaikan bagi Bangsa Indonesia, tanpa ada intervensi dan kepentingan apapun maka harus dihargai.

"Tamu datang, ya kita sebagai tuan rumah harus menyambutnya dengan ramah dan baik,"ujarnya.

Selama mengarah pada kebaikan, tambah dia, kedatangan Menlu AS Hillary Clinton harus di respon secara positif, bantuan ekonomi yang diberikan juga harus ditelaah secara objektif, jangan sampai merugikan Bangsa Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya kira Indonesia sudah sangat stabil dan solid, kerukunan antar suku, ras, dan agama tetap terjaga, soal kedatangan Menlu AS itu, kita ngga usah demo-demoanlah,"pungkasnya.

Klik:

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas