Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Dua Pulau Milik Indonesia Tidak Boleh Dijual

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan penjualan dua pulau di wilayah Indonesia harus digagalkan

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan penjualan dua pulau di wilayah Indonesia harus digagalkan. Pasalnya, hal tersebut dapat mengancam keutuhan NKRI.

Pernyataan Taufik tersebut menyusul adanya situs bernama www.privatesislandonline.com yang memasang iklan penjualan dua pulau di Indonesia yakni Pulau Gambar dan Pulau Gili Nanggu.

"Intinya  dulu kita mengenal wawasan nusantara, ancaman terhadap satu pulau adalah mengancam NKRI dari segi Poleksosbudhankam. Berdasarkan hal itu tentunya walaupun menggunakan istilah yang lain, walaupun dulu kita menggunakan alasan wawasan nusantara itu adalah komitmen abadi bahwa tidak boleh ada wilayah NKRI lepas bahkan secara ekstrim dijual ke pihak luar negeri sekalipun," kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Taufik pun mengharapkan kejadian dijualnya pulau milik Indonesia bukanlah kenyataan. Ia mengharapkan adanya klarifikasi mengenai kebenaran kabar tersebut.

"Mengharapkan adanya klarifikasi lebih lanjut benar dan tidaknya informasi tersebut, ya semoga saja hal itu tidak terjadi. Karena kalau hal itu terjadi ini istilahnya itu adalah hal yang sudah sangat kita pertahankan dan harus kita lawan. Artinya tidak boleh ada bagian mana negara kita yang kita lawan,"ujarnya.

DPR dan pemerintah lanjut Taufik nantinya bisa melakukan kerjasama untuk menyikapi rencana dijualnya dua pulau itu.

"Pihak dari pemerintah dan DPR khususnya nanti bisa kerjasama dengan komisi I dan komisi II teman-teman yang bermitra melakukan tracking apakah ini informasi itu perlu disikapi lebih," kata Sekjen PAN ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas