Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polri Masih Dalami Isi Surat Thoriq

Selain kepada keluarga, dalam surat wasiatnya Thoriq juga meminta maaf dan doa kepada sahabat juga gurunya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Kapolri Jenderal Timur Pradopo memastikan, masih mendalami surat wasiat terduga teroris Thoriq. Thoriq, kini sudah diamankan saat menyerahkan diri.

Apa yang dilakukan saat ini, diakui Kapolri, masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap surat wasiat tersebut. Khususnya, dalam mengungkap aksi terorisme kedepannya.

Namu, Kapolri masih enggan mengungkap, apakah surat wasiat tersebut mengungkap aksi teroris berikutnya.

"Kita tidak bisa meraba-raba. Kita sama-sama melihat bagaimana  perkembangannya. Kalau memang ada, akan ditindaklanjuti," ungkap Kapolri, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (10/9/2012).

Diberitakan sebelumnya, Polisi menyebut terduga teroris Thoriq sudah mempersiapkan aksi bom bunuh diri di empat titik. Sebelum melakukan aksi teror, Toriq menulis surat wasiat yang ditujukan untuk orang-orang yang dicintainya.

"Yang bersangkutan benar membuat surat wasiat, isinya permintaan maaf pada ibu, istri, anak. Dia ingin masuk surga karena ridho dari Allah. Kita sudah konfirmasi, itu memang tulisan tangan Thoriq," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (10/9/2012).

Selain kepada keluarga, dalam surat wasiatnya Thoriq juga meminta maaf dan doa kepada sahabat juga gurunya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Untuk ibu serta istri dan anakku, aku berterima kasih pada kalian yang hidup bersama baik susah maupun senang. Kepada para tetangga dan sahabatku yang baik, aku meminta maaf atas kesalahanku yang disengaja maupun tidak disengaja. Kepada guruku doakan agar muridmu diterima amal solehnya," kata Boy saat membacakan surat wasiat itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Toriq menyerahkan diri ke Pos Polisi Jembatan Lima kemarin. Toriq sebelumnya dikejar atas kepemilikan bom rakitan di kediamannya, di Tambora. Selanjutnya hToriq ikut ambil bagian dalam eksperimen bom rakitannya di Beji, Depok (8/9/2012) yang kembali gagal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas