Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PD Anggap Mirwan Amir Bantu Penegakan Hukum

Ketua DPP Partai Demokrat Gde Pasek Suardika mengapresiasi pemeriksaan Mirwan Amir oleh KPK terkait perkara dugaan suap

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat(PD) Gde Pasek Suardika mengapresiasi pemeriksaan Mirwan Amir oleh KPK terkait perkara dugaan suap terkait alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID). Menurut Gde Pasek, kedatangan Mirwan dapat membantu proses penegakan hukum.

"Kan kemarin pimpinan Banggar dua orang diperiksa, sekarang pimpinan yang lain diperiksa, sebagai saksi. Saksi adalah warga negara yang baik dinilai membantu terangnya tindak kejahatan yang disangkakan penegak hukum," kata Gde Pasek di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Menurut Gde Pasek, kedatangan Mirwan Amir akan membuat terang kasus tersebut.

"Ketika proses penegakkan hukum tidak ada saksi bisa dibayangkan, kacau balau, kalau ada orang bersaksi bagus, terkait Banggar (Badan Anggaran) wajar dia menjadi saksi," kata Gde Pasek.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami berkas perkara dugaan suap terkait alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID) dengan tersangka Fahd A Rafiq.

KPK memanggil mantan pimpinan Banggar lainnya yakni Mirwan Amir dalam perkara yang sama untuk diperiksa sebagai saksi.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti diketahui, nama pimpinan banggar kerap disebut dalam kasus DPID. Tidak hanya dikatakan sejumlah saksi di kantor KPK, bahkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pun nama mereka sering disebut terlibat.

Contohnya, nama Mirwan Amir. Legislator dari partai Demokrat itu pernah dikatakan saksi memiliki jatah DPID di beberapa daerah. Satu di antaranya yakni pemilik jatah alokasi DPID di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Hal itu terungkap kala Fahd A Rafiq bersaksi untuk terdakwa DPID, Wa Ode Nurhayati di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu. WON sendiri adalah mantan angota Banggar DPR.

Menurut Fahd dirinya sempat dikatakan pembohong oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU)Bener Meriah lantaran mengaku dapat memuluskan DPID untuk kabupaten tersebut. Tudingan Fahd berbohong, karena Kadis PU Bener Meriah mendapat info bahwa jatah DPID untuk kabupatennya sudah dipegang Mirwan Amir. Namun, saat dikonfirmasi dalam setiap kesempatan, Mirwan membantahnya.

Berita Terkait: Mafia Anggaran

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas