Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pria Diduga Anwar Sempat Siuman

Korban ledakan bom Depok yang saat ini masih terbaring di Rumah Sakit Polri Kramat Jati sempat siuman, tetapi melihat kondisinya

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adi Suhendi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korban ledakan bom Depok yang saat ini masih terbaring di Rumah Sakit Polri Kramat Jati sempat siuman, tetapi melihat kondisinya yang begitu mengkhawatirkan akhirnya tim dokter kembali menidurkannya dengan diberikan obat tidur.

"Kemarin sempat siuman, lalu kita tidurkan lagi dengan obat, karena kondisi tidak memungkinkan dia untuk bangun," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Farley Helfrich Arthur Tampi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/9/2012).

Menurut Arthur kondisi korban yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati sangat buruk.

"Terbakar hingga 70 persen. Sebagian besar terkena adalah wajah dan leher. Ini termasuk luka bakar tingkat IV yang sangat berbahaya," ungkapnya.

Dalam proses penyembuhannya sendiri, menurut Arthur akan terkait dengan sistem pernafasan korban sendiri. Meskipun demikian pihaknya terus berusaha maksimal untuk menyembuhkan yang bersangkutan.

"Akan dilakukan upaya terus. Tidak dapat diberi presentase kemungkinan. Kita berusaha sebaiknya. Ini bukan kalkulasi matematis. Kita berusaha bagaimana supaya dia sembuh," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk biaya perawatannya sendiri, seluruhnya ditanggung pihak kepolisian. "Semua dananya dari Polri," ucapnya.

Diduga kuat nama Yusuf Rizaldi alias Abu Toto merupakan orang yang sama dengan Anwar. Tetapi Mabes Polri belum bisa memastikan hal tersebut. Anwar maupun Yusuf memiliki profesi yang sama yaitu sebagai penjual bubur. Kemudian sebelumnya istri dan dua anak Yusuf sudah diamankan pihak kepolisian pada Minggu malam (9/9/2012).

Selain itu, anak dan istri Yusuf sebelumnya sudah datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan anaknya sudah diambil sampel DNA. Hal yang meyakinkan bahwa Anwar dan Yusuf adalah orang yang sama, sejak peristiwa ledakan bom di Depok (8/9/2012) batang hidungnya tidak pernah terlihat lagi, kemudian ada orang yang mengenali bahwa motor Astrea yang terparkir di depan lokasi kejadian merupakan motor Yusuf.

Saat ini kepolisian hanya mengambil sampel DNA pembanding dari seorang anak. "Upaya pemeriksaan mngenai jati diri khusunya melalui scientifik identifikasi alias tim DVI saat ini masih berjalan, jadi blm ada hsil pemeriksaan DNA," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Berita Terkait: Ledakan di Depok

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas