Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelemahan KPK Diduga Terkait Dana Politik 2014

Badan Pekerja Tokoh Lintas Agama, Effendi Gazali bersama tim pekerja lainnya menduga bahwa pelemahan KPK, dari perebutan kewenangan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pekerja Tokoh Lintas Agama, Effendi Gazali bersama tim pekerja lainnya menduga bahwa pelemahan KPK, dari perebutan kewenangan mengusut kasus simulator SIM sampai kewenangan penyadapan yang diatur RUU Kamnas diduga untuk mengamankan dana publik dan penggalangan dana politik Pemilu 2014.

"Ada apa ini, kok Presiden sepertinya membiarkan. Jangan-jangan ada kepentingan 2014 yang membutuhkan dana banyak," ujar Effendi Gazali dalam jumpa pers yang digelar di Maarif Institute, Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Sama halnya dengan Effendi, anggota Badan Pekerja Tokoh Lintas Agama, Andar Nubowo juga menguatkan argumen rekannya menegaskan pelemahan KPK terkait kewenangan penyadapan sangat berbahaya bagi iklim demokratis di Indonesia.

"RUU Kamnas secara konseptual untuk mengatasi kasus-kasus seperti teroris namun RUU tersebut belum bisa mengatasinya, ada indikasi RUU Kamnas dibuat untuk memperlemah KPK," ucap Andar Nubowo.

Untuk itu, Andar Nubowo meminta partisipasi masyarakat untuk bangkit melawan hilangnya kebajikan yang ada pada Presiden.

"Pada saat yang sama, pemerintah ingin melakukan kontrol dengan menggunakan militerisme untuk menahan dengan RUU ini. Maka harus dilawan," ucap Andar.

Rekomendasi Untuk Anda

BACA JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas