Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sikap Sederhana Ondos Sampai Tak Bisa Renovasi Rumah

Wakil Ketua DPR Pramono Anung terlihat meneteskan air mata saat melepas jenazah Theodorus Jakob Keokerits yang akrab dipanggil Ondos.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung terlihat meneteskan air mata saat melepas jenazah Theodorus Jakob Keokerits yang akrab dipanggil Ondos.

Suami Maria Silabakti itu tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pramono menceritakan dia mengenal anggota Komisi I DPR RI sejak sama-sama menjadi aktivis di ITB tahun 1982.

Saat itu, Pram menjadi Ketua Senat Tambang dan Ondos menjadi Ketua Tim Geologi di ITB.

"Dia seorang yang rendah hati, jujur, apa adanya, dan saya mengenal dia sebagai konteks anggota DPR saat ini, terlalu sederhana, karena dengan dua periode anggota banggar dan anggota DPR, untuk merenovasi rumahnya dia tidak bisa, bahkan dia tidak punya garasi mobil," kata Pramono di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Pramono mengatakan Ondos sering mengunjungi daerah pemilihan di Sidoarjo, Jawa Tengah. Pram kemudian tak kuasa menahan air mata ketika Ondos menyampaikan pesan terakhir.

Rekomendasi Untuk Anda

Kejadian itu terjadi saat Ondos pamit kepada Pram sebelum meninggalkan Jakarta. "Ondos datang ke ruangan saya, dia bilang, Pram gue mau pamit ke dapil," kata Pram menirukan Ondos.

Saat itu sedang berlangsung Pilkada DKI dan PDIP sedang menanti kemenangan Jokowi. Pram pun sempat bertanya kepada Ondos.

"Emangnya loe selalu pamit ke gue kalau mau ke dapil? Emangnya gue emak loe," jawab Pram kepada Ondos. "Emangnya gue nggak boleh pamit sama loe," jawab Ondos. "Dan ternyata itu signal terakhir dari Ondos," kata Pram mengakhiri ucapannya.

Hal senada juga disampaikan rekan Ondos dari PDIP, Rieke Dyah Pitaloka. Menurut Rieke, temannya itu memiliki janji yang sama yakni menyelamatkan anak-anak TKI yang tidak berdokumen dan tidak jelas kehidupannya.

Menurut Rieke, sosok Ondos merupakan inspiratif baginya dan selalu memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

"Dia selalu mengingatkan saya bahwa pelanggaran HAM itu bukan sekedar menjadi pelaku langsung, tetapi negara membiarkan juga termasuk pelanggaran HAM. Dia juga selalu mensupport saya memperjuangkan HAM kebetulan kita satu lantai di DPR," kata Rieke sambil mengusap air matanya.

Dia pun memiliki kenangan dengan Ondos yang tidak biasa bercanda dengannya di ruangan Fraksi PDIP.

"Minggu kemarin di ruangan dia pegangin tangan saya dan bilang tangan kamu kok anget. Terus dia bilang kamu cantik sekarang dan godain saya dan itu enggak kayak biasanya," kenang Rieke.

Sementara Wakil Walikota Solo FX Rudyatmo mengatakan, dirinya dan Ondos sama berjuang di GMNI. Menurut Rudi, Ondos memiliki komitmen pengabadian dan pelayanan masyarakat.

Rudi sering memanggil rekannya itu Paus
karena memiliki sikap dan pelayanan yang tulus. "Dia kan enggak pernah bicara duniawi, pelayanan terus bahkan kepentingan duniawi pun kalau perlu dikalahkan," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas