Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR Minta KNKT Investigasi Tabrakan KMP Bahuga Jaya

Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi atas musibah tabrakan KM Bahuga Jaya dan dengan kapal tanker Norr Gastar di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu (26/9/2012) pagi.

Selain investigasi, Yudi juga meminta pemerintah melakukan pencarian dan penyelamatan korban secara maksimal.

“Kami sangat prihatin dan menyesalkan terjadinya musibah kecelakaan ini. KNKT harus segera melakukan investigasi. Upaya pertolongan dan pencarian korban juga harus dilakukan maksimal. Kemungkinan masih banyak korban dibagian deck yang belum terselamatkan karena dari pengakuan korban selamat, proses tenggelamnya kapal cepat sekali hanya selang 10 menit setelah tabrakan. Dalam waktu 10 menit, rasanya sulit untuk bisa cepat naik dari deck ke bagian atas kapal dan mendapatkan pelampung lalu menyelamatkan diri” kata Yudi.

Berdasarkan Pasal 258 UU Nompr 17 tahun 2010 tentang pelayaran, pemerintah bertanggung jawab melaksanakan pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal dan atau orang yang mengalami musibah di perairan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Yudi juga menyesalkan simpang siurnya jumlah korban dalam tabrakan kapal di jalur penyebrangan Selat Sunda tersebut. Menurut Yudi, seharusnya tidak ada kesimpangsiuran mengenai jumlah penumpang jika manifes penumpang ada.

“Ini bukan yang pertama. Soal manifes penumpang kerap diabaikan dan akibatnya ketika terjadi kecelakaan, selalu ada kesimpangsiuran. Dan yang kasihan anggota keluarga korban. Mereka akan sulit mendapatkan informasi tentang anggota keluarganya,” kata Yudi.

Seperti diketahui, selama ini pendataan penumpang yang hendak menyeberang melalui pelabuhan Merak-Bakauheni hanya dilakukan dipintu masuk penjualan tiket. Sementara penumpang yang berada di dalam bus dan kendaraan pribadi, otomatis tidak terdata. Selain itu, manifes  penumpang setiap kapal secara detail juga sulit terlacak karena  pendataan penumpang  dilakukan saat pembelian tiket, sementara kapal yang mereka naik tersebar di dermaga I-V.

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait: KMP Bahuga Jaya Tenggelam

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas