Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

KSAD: Prajurit Lebih Nyaman Gunakan Produk Lokal

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyambut baik disahkannya Rancangan Undang-undang Industri Pertahanan

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyambut baik disahkannya Rancangan Undang-undang Industri Pertahanan menjadi Undang-undang. Edhie menuturkan seluruh prajurit TNI sudah menggunakan produk dalam negeri sebelum UU ini disahkan.

"Kita tetap mengutamakan produk dalam negeri, andai tidak bisa menyiapkan baru kita datangkan dari luar," kata Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Lanud Halim Perdanakusuma dalam konferensi pers gladi bersih HUT ke-67 TNI, Rabu (3/10/2012).

Menurut Edhie peralatan TNI Angkatan Darat yang diklaim sudah menggunakan produk dalam negeri misalnya baju, tas ransel, dan helm milik prajurit, parasut terjun payung, dan helikopter 412.

"Bahkan, penerjun bilang, mereka lebih suka pakai produk dalam negeri, karena lebih enak digunakan dan lebih sempurna," lanjutnya.

Tak hanya TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut juga sudah menggunakan produk dalam negeri. Seperti yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Soeparno bahwa Angkatan Laut sudah menggunakan produk dalam negeri. Misalnya, LPD, KCR, dan kapal patroli cepat meski masih perlu disempurnakan.

"Kualitasnya kurang sedikit tapi masih terus disempurnakan," jelas KSAL Soeparno.

Lebih lanjut Soeparno mengatakan, TNI AL juga menggunakan helikopter, senjata dengan kaliber kecil, sekoci, sekoci karet dan sirine. Sementara, pesawat tanker masih dalam proses memesan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kritikan atas produksi dalam negeri justru datang dari TNI Angkatan Udara. Menurut Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Imam Ma'aruf mengatakan produk-produk baru buatan dalam negeri masih belum sempurna dan perlu dievaluasi kembali.

"Misalnya pesawat maritim belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi kita minta terus sempurnakan," ujar KSAU Imam.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas