Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sejumlah Orang Diduga Polisi Sering Intai Rumah Novel

Intimidasi dan tekanan tidak hanya dialami Kompol Novel Baswedan, penyidik KPK yang menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Intimidasi dan tekanan tidak hanya dialami Kompol Novel Baswedan, penyidik KPK yang menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM.

Namun, keluarga Kompol Novel juga mengalami hal serupa.

"Bentuk teror yang kami alami ialah adanya sejumlah orang tak dikenal dengan mengendarai kendaraan roda empat kerap memutari rumah ibu Novel maupun rumah Novel sendiri yang berada di Kelapa Gading (Jakarta Utara)," ujar Taufiq Baswedan, kakak Kompol Novel dalam suratnya kepada Ketua Komnas HAM, Jakarta, Senin (8/10/2012).

Taufiq melanjutkan, orang yang diduga polisi tersebut menanyakan kepada RT terkait rumah yang dibeli Novel. Orang tak dikenal tersebut bahkan menyatakan pembelian rumah tersebut berasal dari suap.

"Mereka juga mendatangi toko-toko bangunan dimana Novel membeli bahan-bahan bangunan untuk renovasi rumahnya siapa yang membayar material-materialnya," ujarnya.

Taufiq pun mendatangi Komnas HAM untuk meminta bantuan perlindungan sesuai pasal 28 ayat 1 UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya sebagai kakak Novel Baswedan mendesak Komnas HAM memberi perlindungan terhadap Novel dan keluarga. Lindungi Novel dari kriminalisasi," pungkasnya.

BACA JUGA:

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas