Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polri : Temuan Fakta Soal Novel Jangan Diperdebatkan

Mabes Polri meminta supaya hasil temuan-temuan fakta atas kasus yang melibatkan penyidik Komisi Pemberantasan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri meminta supaya hasil temuan-temuan fakta atas kasus yang melibatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Novel Baswedan bukan untuk diperdebatkan pada forum publik.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Bigjen Pol Boy Rafli Amar menerangkan bahwa bila memang KPK ingin membentuk tim independen untuk mengawasi proses pengusutan kasus penganiayaan berat yang diduga dilakukan Kompol Novel Baswedan pada tahun 2004 silam di Bengkulu, hal tersebut tidak jadi masalah asal tetap merujuk pada peraturan-peraturan yang ada.

“Apakah ada diatur tentang penyidik independen dalam KUHAP kita, kalau tidak ada, fungsinya bukan sebagai penyidik melakukan pemberkasan, tetapi penyidik yang mencari fakta-fakta yang objektif di lapangan, jadi kan kalau kaitan dengan pemberkasan perkara kita harus mengacu KUHAP yang ada,” kata Boy di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2012).

Bila memang tim independen yang dibentuk KPK tersebut mendapatkan fakta-fakta terkait kasus tersebut, tentu kepolisan akan melihatnya. Tetapi fakta-fakta yang didapatkan tersebut bukan untuk menjadi bahan perdebatan di masyarakat.

“Siapa pun yang sudah punya fakta-fakta bukan untuk di debat-debatkan pada forum publik, jadi kita harus merujuk pada sitem peradilan pidana yang ada mari kita ikuti saja,dorong bersama agar adanya poses pembuktian melalui sistem peradilan pidana,” ungkap Boy.

Dengan jalan peradilan, tentu saja hal tersebut akan menjadi lebih seimbang dibandingkan dilemparkan kepada publik untuk menjadi perdebatan yang akhirnya menimbulkan kebiasan dalam perkara tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Jadi itu mungkin lebih fear ketimbang kita menyampaikan pada publik kita menemukan hal-hal yang ada kemudian menjadi bias dan tidak fokus dalam konteks mencari fakta kebenaran yang sebenarnya,”  kata Boy.

Berita Terkait: Penarikan Penyidik KPK

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas