Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PAN Akan Cek Kadernya Soal Main Proyek di DPR

Teguh tidak ingin nasib Haris akan seperti kader PAN Wa Ode Nurhayati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Fraksi PAN akan mengecek langsung terkait kesaksian Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Haris Iskandar. Haris mengatakan banyaknya Anggota Komisi X yang melakukan usulan proyek yang seharusnya masuk dari usulan Kemendiknas.

"Kita akan klarifikasi internal dulu. Lagi pula apa dasar kita mempercayai omongan Haris yang broker anggaran? Kalo tidak ada bukti-bukti yang menguatkan..Itu sama saja obrolan di warung kopi," kata Sekretaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno, Kamis (18/10/2012).

Teguh mengatakan keterangan tersebut harus menjadi bukti awal agar ditindaklanjuti oleh KPK. Teguh tidak ingin nasib Haris akan seperti kader PAN Wa Ode Nurhayati.

"Wa Ode yang mengungkapkan penyimpangan malah berakhir di pengadilan," tuturnya.

Kesaksian Haris, kata Teguh, juga akan menjadi bahan bagi partainya untuk pengawasan. "Karena selama ini fraksi tidak pernah tahu menahu soal itu," katanya.

Sebelumnya, permainan kotor anggota Komisi X DPR RI dalam menggiring proyek di Kementerian Pendidikan Nasional terlihat vulgar. Tak sedikit dari mereka mengajukan usulan proyek yang seharusnya masuk dari usulan Kemendiknas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Haris Iskandar saat bersaksi untuk terdakwa suap pembahasan anggaran di Kemendiknas, Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2012).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Haris, di luar usulan proyek prioritas sesuai rencana strategis Kemendiknas dalam hal ini Ditjen Dikti pada 2010-2014 terkait pengadaan infrastruktur dan barang perguruan tinggi, setidaknya ada 16 usulan perguruan tinggi dari anggota DPR.

"Yang muncul dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X, sesuai BAP kami ada sekitar 16 usulan. Itu tidak ada dalam usulan Kemendiknas. Usulan seperti ini tidak seharusnya terjadi. Umumnya usulan soal belanja barang," terang Haris.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas