Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Adhie M Massardi: Pimpinan KPK Alami Antasari Syndrom

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tengah mengalami Antasari Syndrom.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tengah mengalami Antasari Syndrom. Maksudnya yakni, kecemasan akan dikriminalisasi jika terlalu berani melawan penguasa dan lingkarannya.

Fakta itu diperkuat dengan tidak segera diusutnya dugaan keterlibatan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng pada kasus dugaan korupsi pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Padahal Menpora, disinyalir mengetahui skandal mega proyek senilai Rp 2,5 triliun itu, sebagaimana penuturan mantan Bendum Partai Demokrat M Nazaruddin, mantan Kabag Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, serta mantan Sesmenpora, Wafid Muharram.

Demikian diuangkapkan Kordinator Koalisi Indonesia Bersih, Adhie M Massardi kepada wartawan, Minggu (28/10/2012). Menurutnya, ada kecemasan yang menghinggapi para pimpinan KPK periode saat ini.

"Saya melihat ada kecemasan di antara pimpinan KPK setiap kali berhadapan dengan kekuasaan, terutama yang formal," kata Adhie.

Adhie mencontohkan, kecemasan itu terlihat saat harus meningkatkan status penyelidikan jadi penyidikan terkait menteri yang dekat dengan istana seperti Andi Mallarangeng, Muhaimin Iskandar, Hatta Radjasa, Gita Wiryawan dan Agus Marto.

Semua dinilainya, terkesan sulit disentuh lembaga antikorupsi pimpinan Abraham Samad Cs tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Harus diakui memang Hartati Murdaya bisa mereka tembus. Meskipun petinggi Demokrat, tapi kan bukan pemegang kedaulatan partai," kata mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur ini.

Namun, Adhie berharap KPK bisa menemukan solusi jitu untuk menyentuh pelaku kejahatan kerah putih di pusat kekuasaan. Serta menurutnya, yang paling penting dapat 'bermain cantik' segera keluar dari intervensi dan ancaman.

NASIONAL POPULER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas