Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR: Kementerian Pertanian Stop Impor Daging!

Kementerian Pertanian diminta tidak mengeluarkan kebijakan impor daging sapi

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian diminta tidak mengeluarkan kebijakan impor daging sapi. Mereka juga harus merespon dengan cepat adanya kelangkaan daging yang belakangan terjadi.

"Impor adalah jalan terakhir jika supply lokal tidak mencukupi dan situasi harga yang tidak dapat dikendalikan oleh produk lokal," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Selasa(20/11/2012).

Menurut Herman kelangkaan daging yang terjadi saat ini sudah dapat diprediksi akan terjadi, dimana sinyalnya sudah ada pada waktu menjelang Idul Fitri lalu.

"Pada waktu itu harga daging sapi melonjak tinggi dan kementerian pertanian menarik kuota impor sapi triwulan 3 dan 4 untuk memenuhi supply menjelang Idul Fitri. Saya sudah mempertanyakan dalam beberapa Raker dan RDP perihal penggunaan kuota triwulan 3 dan 4 ini dan strategi mengantisipasi kekurangan di akhir tahun, karena masih ada momentum Idul Adha, Natal dan Tahun Baru yang dipresiksi konsumsi daging sapi akan meningkat," kata Herman.

Ketua Depertemen Pertanian DPP Partai Demokrat ini menjelaskan populasi sapi dalam negeri hasil sensus sapi potong, sapi perah dan kerbau (PSPK) 2011 yakni 14,8 juta ekor, sapi perah 597,1 ribu ekor, dan kerbau 1,3 juta ekor. Sehingga totalnya 16,7 juta ekor.

Populasi pada tahun 2003 adalah 10,2 juta ekor, sehingga pertumbuhan populasi sapi rata-rata pertahun (2003-2011) adalah 5,32%. Dari 14,8 juta ekor populasi, sekitar 2,6 juta ton yang potensial untuk dipotong, diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan daging nasional.

"Pencanangan swasembada daging sapi tahun 2014 adalah tujuan mulia," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan pada tahun 2010 lanjut Herman, kebutuhan 417,04 ribu ton, dipenuhi produksi dalam negeri195,82 ribu ton dan impor 221,23 ribu ton. Pada tahun 2011 kebutuhan 449,31 ribu ton, yang dipenuhi dari produksi dalam negeri 292,45 ribu ton dan Impor 156,85 ribu ton.

Untuk tahun 2012, parameter pertumbuhan penduduk 1,49% dan pertumbuhan ekonomi 6,60%, elastisitas daging sapi 1,2 , dan koreksi kebutuhan HBKN, maka konsumsi perkapita 2012  1,984 kg/kap/tahun atau 484,05 ribu ton yang dipenuhi melalui produksi dalam negeri 399,32 ribu ton dan kebutuhan impor 84,74 ribu ton setara eks sapi bakalan 282,596 ekor (50,83 ton).

Sedangkan daging beku sebesar 33,97 ribu ton. Pencapaian tahun 2013 konsumsi 521,41 ton, dipenuhi produk lokal 449,28 ribu ton dan impor 72,13 ribu ton. Pada tahun 2014 yang merupakan tahun pencapaian swasembada, konsumsi 561,63 ribu ton, produksi lokal 507,06 ribu ton dan impor sebesar 54,57 rb ton, proporsi 9,72% dari kebutuhan konsumsi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas