Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akbar: Figur Terbaik Bisa dari Dalam dan Luar Parpol

Politisi Golkar Akbar Tandjung berpendapat partai politik harus membuka diri terhadap figur-figur terbaik yang punya kemampuan, pengalaman

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Golkar Akbar Tandjung berpendapat partai politik  harus membuka diri terhadap figur-figur terbaik yang punya kemampuan, pengalaman, dukungan, dan dinilai mampu oleh masyarakat menjadi pemimpin nasional di masa mendatang.

"Sebab aspirasi masyarakat, termasuk yang tergambar dalam sejumlah survei tentang capres memperlihatkan kecendrungan riil dalam masyarakat," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, Jumat (30/11/2012).

Akbar menanggapi munculnya sejumlah nama capres dengan elektabilitas tinggi , tetapi bukan dari parpol atau sosok dari parpol tapi tidak dijagokan parpolnya sebagai capres.

Mantan Ketua DPR RI ini  mengatakan, figur terbaik sebagai capres itu bisa datang dari dalam parpol atau sebaliknya yang berada di luar parpol.

”Bagaimana proses rekrutmen figur terbaik itu, menurut saya terserah parpol masing-masing,” ujar Akbar.

Dalam kondisi perkembangan politik saat ini yang menuntut popularitas dan kemampuan serta basis dukungan capres, parpol harus membuka diri. Apabila parpol tidak memperhatikan aspirasi dan kecendrungan masyarakat, maka masyarakat pemilih akan semakin jauh dari parpol.

“Politik itu sangat dinamis. Perubahannya bisa saja dalam hitungan bulan atau bahkan hari. Begitu juga dengan aspirasi masyarakat, semakin lama semakin berkembang, sejalan dengan tipologi tokoh yang diinginkan,” ujar Akbar sambil menambahkan, di dalam Golkar banyak figur-figur hebat, juga di luar Golkar.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Akbar, salah satu fungsi parpol yang penting adalah mempersiapkan kader dan tokoh untuk menduduki posisi atau jabatan politik baik di legislatif maupun eksekuti, di pusat maupun di daerah.

"Kenyataannya, fungsi kaderisasi di parpol masih sangat lemah. Akibatnya, parpol belum menghasilkan tokoh atau pemimpin yang menjadi harapan atau aspirasi masyarakat banyak, kecuali di beberapa daerah setingkat gubernur. Ini pekerjaan rumah parpol yang harus diseriusi semua parpol,” kata Akbar Tandjung.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas