Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rencana Pemerintah Ubah Kurikulum Sekolah Tergesa-gesa

kurikulum sekolah tahun 2013 langkah yang tergesa-gesa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Anggota Komisi X Reni Marlinawati menilai, rencana pemerintah mengubah kurikulum sekolah tahun 2013 langkah yang tergesa-gesa.

Padahal, kata Politisi PPP, bukan perkara ringan dalam perubahan kurikulum di sekolah. "Salah satu prasyarat mutlak implementasi kurikulum adalah guru harus memahami secara benar konsep kurikulum yang akan diimplementasikan," kata Reni, Jumat (30/11/2012).

Reni menegaskan dampak perubahan kurikulum yang paling nyata di depan mata adalah membuat guru sebanyak 2,8 juta lebih di Indonesia harus paham tentang kurikulum baru.

"Maka dibutuhkan sosialisasi dan bintek implementasi kurikulum baru minimal tiga tahun. Pertanyaannya, bagaimanakah kesiapan guru Indonesia untuk mengimplementasikan kurikulum baru di tahun 2013?" tanya Reni.

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengkritisi proyek perubahaan atau penyempurnaan kurikulum, sistem pembelajaran, dan perbukuan dalam Rencana Kerja Anggaran Kemendikbud 2013, yang menghabiskan uang negara sebesar Rp 95.002.000.000.

Menurut Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers kepada Tribun, Senin (26/11/2012) lalu mengungkap, alokasi anggaran untuk pengembangaan kurikulum merugikan masyarakat.

Karena sebagian masyarakat tetap membeli buku baru, kendati pemerintah menyediakan buku dari proyek tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Proyek tersebut, lanjutnya, juga sangat mengerus uang negara. Sebab, penyempurnaan atau pengembangan kurikulum yang dimulai sejak 2012, hanya untuk menciptakan 'proyek-proyekan' bagi Kemendikbud.

"Buktinya, sudah beberapa tahun dialokasi anggaran untuk pengembangan kurikulum, tidak ada yang berubah dalam dunia pendidikan kita. Yang kenyang hanya para birokrat yang mengerus uang negara, untuk sebuah pengembangan kurikulum tersebut," ujar Uchok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas