Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Agun: Korupsi Terus Terjadi Bila Daerah Tetap Dimiskinkan

Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas membeberkan data korupsi yang dilakukan secara masif

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas membeberkan data korupsi yang dilakukan secara masif. Tercatat sebanyak 1.408 kasus korupsi dengan kerugian negara Rp39,3 triliun selama periode 2004-2011

Busyro juga menyebutkan korupsi di daerah juga semakin jamak. Sasaran pelaku yang dikorupsi adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Komisi II DPR bidang Pemerintahan Agun Gunanjar mencatat 1.890 laporan korupsi di sejumlah daerah termasuk pemekaran. Ia mengatakan untuk mengatasi korupsi di daerah yang dibutuhkan adalah konsistensi pusat untuk kebijakan penyelenggaraan otonomi.

"Jangan setengah hati dengan membuat kebijakan anggaran money follow function. Disertai dengan bimbingan dan supervisi dalam pelaksanaannya, serta memberi sanksi yang tegas apabila menyalahinya," imbuhnya.

Agung mengungkapkan adanya celah terjadinya korupsi di daerah. Yakni dengan penumpukan anggaran daerah di pos anggaran kementerian. "Yang pada akhirnya orang daerah sibuk ke Jakarta mencari cari anggaran untuk pembangunan di daerah," katanya.

Selain itu, Agun juga meminta segera dialakukan revisi UU 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan pusat-daerah. Hal itu dilakukan agar rakyat di daerah terberdayakan dengan kebagian anggaran yang lebih adil dan sepadan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selama daerah tetap dimiskinkan seperti kebijakan yang berlangsung seperti sekarang ini, korupsi akan terus terjadi didaerah karena kemiskinan," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas