Facebooker: Jangan Salahkan Malaysia, Gitu Aja Kok Repot!
Bangsa Indonesia murka setelah tulisan Zainuddin Maidin, mantan Menteri Penerangan Malaysia, di koran Malaysia
Penulis:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM - Bangsa Indonesia murka setelah tulisan Zainuddin Maidin, mantan Menteri Penerangan Malaysia, di koran Malaysia, Utusan Malaysia, edisi Senin, 10 Desember 2012. Sejumlah petingggi baik di Indonesia maupun Malaysia memberikan komentar di antaranya tokoh oposisi utama Malaysia, Anwar Ibrahim (Malaysia), Anas Urbaningrum (Indonesia), Waki Ketua DPR Priyo Budi Santoso (Indonesia), serta usulan pemulangan Duta Besar (Dubes) Indonesia.
Selama ini kita hanya mendengar suara-suara petinggi, orang-orang yang sering bermunculan baik di media cetak maupun elektronik serta online, menyuarakan pendapat mereka soal penghinaan terhadap BJ Habibie. Lalu, seperti apa pendapat warga biasa mengenai hal tersebut. Tribunnews.com meminta komentar dari facebook dan berikut sejumlah pendapat yang berhasil dirangkum dan totalnya ada sekitar 44 komentar.
Shafwan Nizar menulis,"Pak Habibie itu orang besar, dan berjiwa besar, tak akan kecil hanya karena mulut besar Maidin, yang pasti media juga akan dapat untung besar dengan pemberitaan yang sebenarnya dibesar-besarkan".
Hal yang berbeda sampaikan facebooker, Abah Ledonkz." Kita rindu dengan sosok seperti soekarno yang berani melawan Malaysia dan keluar dari PBB.Habis ini mungkin SBY yangg akan dihina mereka.Harus ada tekanan dari pemerintah agar mantan Menteri Malaysia itu meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," ujarnya, berpendapat.
Joni Alpen sependapat dengan Abah Ledonkz. Ia menulis komentar, negara Indonesia tentu mempunyai sejumlah tuntutan terhadap mantan pejabat Malaysia, di antaranya memimta agar mantan pejabat Malaysia trsebut meminta maaf supaya mengembalikan citra nama baik mantan presiden ketiga RI terhadap dunia.
Facebooker Om Dikron memberikan komentar berbeda terkait dengan penghinaan itu. "Jangan menyalah kan malaysia? Fakta mengatakan begitu setelah jajak pendapat. Timor Timur lepas dari NKRI. Gitu aja kok repot?"