Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akbar Tanjung Minta Ical Pertimbangkan Suratnya

kepentingan partai berlambang beringin

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Anggota Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung menilai, surat yang dikirimkannya kepada DPP wajib dipertimbangkan. Menurut Akbar, isi surat itu untuk kepentingan partai berlambang beringin itu.

"Saran wantim melalui surat kepada DPP itu patut dipertimbangkan dan diperhatikan. Jika memang Ical dan DPP Partai Golkar berkomitmen kepada pembangunan partai, seharusnya surat wantim itu diperhatikan," kata Akbar ketika dihubungi wartawan, Kamis (20/12/2012).

Diberitakan sebelumnya, Akbar Tanjung berkirim surat kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Dalam surat itu Akbar meminta agar elektabilitas Ical sebagai capres partai tersebut segera ditingkatkan. Surat itu pun langsung diterima oleh Ical.

Akbar mengatakan fungsi yang dimiliki wantim memberikan saran untuk DPP. Ia mengatakan hal itu, dikatakan, setiap mengambil putusan penting dan perlu untuk mendengarkan saran wantim.

Akbar mengakui pemilihan calon presiden dari Golkar ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat."Kita tidak bisa menerima saran langsung. Itu kan disampaikan oleh orang-orang yang sudah punya pengalaman panjang," katanya.

Akbar mengatakan orang-orang yang berada di dewan pertimbangan mampu
melihat perkembangan serta dinamika politik yang ada, baik di lingkungan internal partai dan eksternal partai.

"Karena itu, saran wantim melalui surat kepada DPP itu patut dipertimbangkan dan diperhatikan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengatakan sara wantim tidak wajib untuk diikuti. "Wantim itu dasarnya adalah saran dari wantim itu boleh di dengarkan boleh tidak. Di dengarkan wajib tidak diikuti tidak wajib," imbuhnya.

Ical juga menilai wantim tidak berhak memberikan ultimatum kepada DPP mengenai calon presiden. "Jadi dia memberikan baik diminta atau pun tidak diminta dan memberikan nasihat itu baik, jadi nanti DPP Partai Golkar yang menentukan sikap," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas