Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Posisi Ibu Masih Mengkhawatirkan

Anggota Komisi IIIDPR RI Eva Kusuma Sundari mengatakan politik pembangunan Indonesia tidak memihak kepada ibu-ibu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Ibu dirayakan pada hari ini, Sabtu 22 Desember 2012. Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari melihat posisi ibu-ibu di Indonesia masih mengkhawatirkan.

"Meskipun ada kemajuan dilihat dari makro tapi masih mengkhawatirkan adanya kelompok ekstrimis dan anti toleran yang masih kuat," kata Eva, Sabtu (22/12/2012).

Anggota Komisi III mengatakan politik pembangunan Indonesia tidak memihak kepada ibu-ibu. Indonesia, katanya, memang memiliki pertumbuhan ekonomu yang luar biasa. Namun hal itu berdampak kepada peran ibu.

"Saya menerima angka TKW makin tinggi, tapi tidak ada proteksi kepada perempuan, mereka masih termarjinalkan," katanya.

Pasalnya, kata Eva, Indonesia juga menganut paham patriarki yang menjunjung tinggi peran laki-laki.

"Seharusnya ada kesejahteraan gender," tuturnya.

Pada Hari Ibu, Eva juga menyindir kasus pernikahan singkat Bupati Garut Aceng Fikri. Menurutnya, perilaku tersebut sangat melecehkan perempuan, apalagi hal itu dilakukan oleh pejabat negara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Setingkat dia aja bisa tega, perempuan harus kritis dan menilai diri sendiri bahwa dia berharga," imbuh Eva.

"Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga meningkat disebabkan tekanan ekonomi. Politik pembangunan kita tidak ramah terhadap perempuan, lelaki yang kesulitan ekonomi akhirnya menimpakan masalahnya kepada perempuan," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas