Tahun 2012 DPR Banyak Buat Panja Hasilnya Tak Jelas
Sepanjang tahun 2012, DPR RI kerap melahirkan panitia kerja atau panja sebagai bentuk pengawasan kedewanan
Penulis:
Y Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepanjang tahun 2012, DPR RI kerap melahirkan panitia kerja atau panja sebagai bentuk pengawasan kedewanan. Namun, sejumlah panja yang dibentuk tak memberikan hasil yang cukup jelas.
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Sebastian Salang mengatakan, setidaknya ada 12 panja yang berhasil dibentuk, dan paling banyak dilakukan oleh Komisi V DPR RI.
"Panja yang belum selesai ini ada enam (panja putusan MA, listrik, konsorsium asuransi tenaga kerja Indonesia dan TKW, kurikulum, rintisan wajar 12 tahun dan panja evaluasi rintisan sekolah bertaraf internasional," ujar Sebastian di Jakarta, Minggu (30/12/2012).
Ada juga panja yang berakhir tidak jelas seperti panja Papua dan Papua Barat, dan panja Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Keagamaan Islam.
Selain di atas ada juga empat panja yang selesai dengan rekomendasi yakni panja pencurian pulsa, sengketa tanah, vaksin flu burung, dan Hambalang.
Menurut Sebastian sejumlah panja memang memiliki rekomendasi, namun sampai saat ini masalah serupa datang. Misalnya untuk ketika ada pencurian pulsa dibentuk panja. Setelah ada rekomendasi masih saja ada pengguna yang jadi korban.
"Kita menduga, pembentukan panja ini hanya jadi alat posisi tawar DPR, dan bisa juga mengaburkan persoalan. Contohnya ketika Komisi X dituntut pertanggungjawabkan anggaran Hambalang dari single year menjadi multiyears mereka tidak tahu," tukasnya.