Pengamat: Hakim Main Aman dengan Vonis Ringan Anggelina Sondakh
hakim mencari aman dengan memvonis ringan Angelina Sondakh dengan 4,5 tahun penjara
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Sugiyarto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ahli psikologi politik Hamdi Muluk menilai, majelis hakim mencari aman dengan memvonis ringan terhadap terpidana kasus korupsi pembahasan anggaran Proyek Kemendiknas dan Kemenpora, Angelina Sondakh dengan hukuman 4,5 tahun penjara.
Hamdi menyayangkan vonis rendah tersebut. Apalagi kalau alasannya majelis hakim itu sendiri takut menjadi sorotan publik karena vonisnya itu.
"(vonis rendah) Biar tidak disorot hakimnya. Makanya jadi hakim itu memang berat. Selain punya integritas yang bagus, dan kapabilitasnya kuat, dia harus punya moralitas yang tinggi. Itu yang saya lihat di kasus Angie," ujar Hamdi Muluk di sela diskusi di Jakarta, Sabtu (12/1/2013).
Oleh karena itu, Hamdi meminta hakim yang akan menjatuhkan vonis tindak pidana korupsi, harus berani membuat putusan luar biasa. Dia mencontohkan seperti hakim Bismar Siregar yang berani memutus terpidana pemerkosaan lebih dari 20 tahun.
"Itu memang pro dan kontra nantinya. Tapi karena integritasnya tinggi dan moralitasnya bagus, maka dia sudah siap dengan pro dan kontra di luar," jelasnya.
Lebih lanjut, Hamdi Muluk melihat juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kurang percaya diri (pede) dengan tuntutan yang dilayangkannya.
Karenanya, tuntutan yang dialamatkan kepada Angie dinilai oleh mejelis hakim kurang kuat sehingga Angie hanya divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara.
"Saya menangkapnya memang betul (KPK) kurang siap. Kalau KPK pakai pasal 12 itu, tapikan dia tidak terlalu yakin. Dan kalau hanya itu yang dipakai, hakim menyatakan tidak terbukti. Malah bisa dibebaskan."
"Makanya berpikir intinya dia tidak terlalu pede," tegasnya.
Baca tanpa iklan