Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penembakan Densus 88 Tumbuhkan Solidaritas Kelompok Teror Poso

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memandang aksi penembakan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri terhadap para

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memandang aksi penembakan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri terhadap para terduga teroris di Poso, Sulawesi Tengah, justru semakin menumbuhkan solidaritas kelompok teroris di Poso.

Hal tersebut cukup beralasan, orang-orang yang berada di Poso tehubung satu sama lainnya karena memiliki hubungan emosional sebagai sesama ‘pejuang’ dalam konflik Poso di masal lalu.

“Pendekatan dengan cara kekerasan (menembak mati tanpa proses hukum yang adil) justru memunculkan kembali rasa solidaritas, karena pada dasarnya mereka saling terhubung satu sama lain,” ungkap Ketua Tim Penanganan Tindak Terorisme di Poso Komnas HAM, Siane Indriani dalam jumpa persnya yang dihadiri tribunnews.com di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2013).

Untuk itu Komnas HAM mendesak pemerintah melakukan evaluasi tehadap kinerja Densus 88 Antiteror Polri yang tidak pofesional melakukan tindakan represif berlebihan terhadap penanganan terorisme di Poso.

“Dalam beberapa aksinya Densus 88 tak jarang langsung menembak mati target operasi dengan cap terduga teroris, serta melakukan tindakan semena-mena dengan melakukan penyiksaan terhadap orang-orang dicurigai,” terangnya.

Komnas HAM khawatir, jika aksi yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri tidak dikoreksi maka akan timbul justifikasi bahwa setiap terduga teroris boleh ditembak mati tanpa melalui prosedur yang berlaku.

“Aksi sewenang-wenang Densus 88 ini dikhawatirkan akan memunculkan kembali perasaan ketidakadilan karena viktimisasi dan stigmatisasi pada kelompok tertentu di Poso,” ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk itu, Komnas HAM pun menyarankan supaya dalam penanganan terorisme di Poso, kepolisian menggunakan pendekatan persuasif dan dialogis daripada represif. “Menjalin kembali hubungan harmonis dengan masyarakat, serta mengkedepankan pemberantasan terorisme melalui upaya preventif dengan meningkatkan koordinasi dengan intelijen di lapangan,’ ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas