Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bekas Sekjen NasDem: Surya Paloh Otoriter

Seribu langkah yang ditempuh Ketua Dewan Pembina Partai NasDem, Surya Paloh untuk mengambil alih posisi Ketua Umum, membuat riak di

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seribu langkah yang ditempuh Ketua Dewan Pembina Partai NasDem, Surya Paloh untuk mengambil alih posisi Ketua Umum, membuat riak di internal partai yang dominan anak muda. Tak sedikit dari mereka hengkang karena Surya sudah melenceng dari haluan.

Bekas Sekretaris Jenderal NasDem, Ahmad Rofiq terang-terangan mengatakan, dirinya tak mempersoalkan posisi ketua umum diambil Surya, hanya saja tetap menggikuti asas dan sistem yang berlaku di partai. Alih-alih menyadarkan, keinginan Surya semakin besar mengambil posisi.

Rofiq yang mundur bersama Ketua Dewan Pakar, Hary Tanoesoedibjo, Wasekjen, Saiful Haq, dan Ketua Internal, Endang Tirta, mengakui, kepengurusan DPP Nasdem sangat lah minimalis, sehingga yang perlu bukan perubahan tapi penambahan personil.

"Jadi, sudah waktunya buka rekurtemen kepengurusan lebih banyak. Bagi Pak Surya adalah ketika melakukan penguatan itu, beliau harus jadi ketua umum dibarengi pengurus yang lain. Sementara bagi Pak HT tak perlu ada pergantian ketua umum dan sekjen," tukasnya.

Dengan penambahan kepengurusan, justru akan semakin membuat NasDem lebih solid dan kokoh. Namun, usul Rofiq agar adanya penambahan pengurus yang ditiupkan kepada Surya seperti angin lalu, dan tak bisa bisa diterima. Usulnya Surya bertolak dari pendapat Hary.

Ketika dikonfirmasi apakah sikap Surya begitu keras kepala masuk dalam kategori tipe pemimpin otoriter untuk mengambil alih posisi ketua umum, Rofiq tak menampiknya dan mengatakan, "Bisa disebut seperti itu. Karena memang tidak pernah dilakukan rapat oleh pimpinan pusat atau yang lain-lain."

Selain itu, lanjut Rofiq, aturan main berorganisasi tidak pernah ditempuh secara prosedural. Inilah yang membuat dirinya selaku Sekjen merasa aneh. Ia menilai roda organisasi diterabas tanpa mengindahkan aturan partai yang sudah termaktub dalam AD/ART.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya kira sudah agak lama (Surya mau jadi Ketum). Tapi yang saya tunggu itu sesuai prinsip berorganisasi. Saya tegaskan tidak ada satu pun orang yang menolak Pak Surya Paloh jadi ketum. Tapi cara yang harus dipakai dengan prosedur," tegas Rofiq.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas