Rani Berasal dari Keluarga Sederhana dan Tinggal di Rumah Dinas SD
Rumah itu satu lantai. Berukuran sekitar 8 X 6 meter. Temboknya berwarna hijau muda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah itu satu lantai. Berukuran sekitar 8 X 6 meter. Temboknya berwarna hijau muda. Teras rumah berlantai ubih putih nyaris rata dengan tanah, tanpa pagar beton. Rumah beratap genting warna batu-bata, agak kehitaman, karena sudah terlalu lama menerima guyuran hujan dan papar matahari.
Di teras depan, genting dibangun agak menjorok, berfungsi menjadi kanopi untuk teras. Kanopi tersebut ditopang oleh batang kayu berwarna abu-abu, sewarna dengan lempengan kayu yang menghiasi bagian bawah genting. Dari kondisi genting, warna cat tembok, dapat disimpulkan bangunan rumah itu identik dengan bangunan SDN yang ada di depannya.
Kusen rumah itu diwarnai dengan cat putih. Pada kaca bagian depan, tampak sejumlah stiker menempel. Ada iklan produk, edaran resmi pemerintah hingga gambar-gambar gunung.
Di dalamnya, sejumlah perabotan rumah disusun seadanya, mulai dari lemari kayu, serta sofa dengan meja tamunya yang diletakan begitu saja menempel dengan dinding, sehingga kesan sempit sangat terasa di bagian ruang tamu. Di dalam rumah itu terdapat dua kamar.
Di bagian depan terdapat banyak tanaman, sehingga sekilas menimbulkan kesan teduh. Di depan rumah juga terdapat bangunan beratap tanpa dinding, yang kerap digunakan tempat memarkir kendaraan.
Saat Tribunnews menyambangi kediaman Rani di kawasan Kramat Jati, tampak satu unit mobil Toyota Avanza berwarna hitam.
Rumah itu adalah rumah dinas sekolah, yang ditempati guru kelas IV bernama Engkun Kurniasih (52), dan dua anaknya, Anggi Kumartiyano Pratama (23) serta Maharani Suciyono (19) atau yang akrab dipanggil Rani.
Wanita yang sempat membuat heboh itu, diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama seorang pengusaha bernama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, saat keduanya didapati di kamar hotel.
Keberadaan rumah ini mencerminkan keluarga Rani yang sederhana. Jauh berbeda dari citra yang ia tampilnya dalam pose-pose pada akun facebook pribadinya. Di facebook, wanita berparas ayu ini mengenakan behel, kawat perapih gigi. Dia kerap berfoto bersama-sama wanita, diduga teman-temannya. Kerap foto salam suana restoran, dan banyak juga di dalam mobil. Secara umum penampilan Rani dan kawan-kawan pada foto mencerminkan kelas di atas hidup rata-rata.
Ketua RT setempat Sarmadi, (63 tahun) saat ditemui Tribunnews, mengatakan Engkun dan anak-anaknya tinggal sudah bertahun-tahun di wilayahnya. Walau demikian, mereka tidak pernah secara resmi mendaftarkan diri ke ketua RT. Keluarga tersebut masih tercatat sebagai warga RT lain.
"Jadi kalau ada yang tanya mereka warga saya atau bukan, saya jawab bukan," katanya.
Sarmadi mengaku cukup mengenal Engkun yang sudah berpisah dengan sang suami yang bernama Nyocks S. Namun ia sama sekali tidak mengenal dua anak Engkun, terutama Rani karena menurutnya jarang bergaul dengan warga sekitar.