Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Max Kecam Pernyataan DPD Demokrat soal Upaya Pendongkelan Anas

Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Max Sopacua memperingatkan Irfan Gani, Sekretaris DPD Demokrat Provinsi DKI Jakarta

Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Max Sopacua memperingatkan Irfan Gani, Sekretaris DPD Demokrat Provinsi DKI Jakarta untuk tidak gegabah dalam pernyataannya.

Irfan membela Anas Urbaningrum agar tidak dilengserkan dari jabatannya.

Padahal, kata Max, tidak ada satupun yang meminta Anas untuk mundur. "Ini kan belum ada keputusan, itu namanya naif. Konferensi pers itu konyol. Itu yang akan sebabkan partai konflik dan tidak substantif," kata Max ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Max mengaku prihatin dengan cara berpikir Irfan. Ia mengatakan bahwa pengambil keputusan bukanlah di tangan Sekretaris DPD DKI, melainkan di majelis tinggi Demokrat.

"Irfan itu nabrak di atas (majelis tinggi Demokrat) dan cari muka. Kok bikin konpers, mau jadi pahlawan dia. Anak kemarin baru masuk Demokrat kok. Saya kesel juga," tukasnya.

Sebelumnya, Irfan Gani, Sekretaris DPD Partai Demokrat (PD) Provinsi DKI Jakarta mewakili DPD Jakarta dan NTT angkat suara mengenai gagasan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat mengganti Ketua Umum Anas Urbaningrum.

Rekomendasi Untuk Anda

Gani tegaskan, bahwa tidak ada celah untuk membuat KLB dan melengserkan Anas dari kursi Ketua Umum. Hal itu merujuk pada anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) Parta demokrat.

Karenanya, menurut Gani, adalah lebih penting dilakukan Partai Demokrat sekarang ini konsilidasi di semua elemen Partai untuk memenangkan Pemilu 2014.

Bukan malah melontarkan pernyataan blunder seperti yang dilakukan Sekretaris Dewan Pembina Demokrat Jero Wacik dan anggota dewan pemina Syarief Hasan.

"Sehingga di tengah tahun politik ini, kita bisa memberikan hal yang benar kepada masyarakat. Bukan malah mayarakat diarahkan membaca opini dan mendengar opini dari siapapun," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas